Categories: Hukum Kriminal

Tangkap Sendiri Pelaku Pencabul Anaknya, Lelaki Ini Kecewa dengan Kinerja Polisi

SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Seorang warga Surabaya, Jawa Timur, MD (50) menangkap sendiri dua orang yang membawa kabur putrinya yang masih berusia 14. Dia kecewa dengan kinerja polisi yang dianggapnya tak serius dalam menangani kasus anaknya itu.

Emosinya berkecamuk lantaran anaknya juga diduga dicabuli salah satu pelaku. Tak hanya itu, ia juga kecewa dengan polisi lantaran lamban menangani kasus hilangnya sang anak.

MD mengatakan anak perempuannya itu dibawa kabur P (21) pada Kamis (3/2) yang lalu. MD lalu melaporkan hilangnya sang anak sehari setelahnya, ke Polrestabes Surabaya, Jumat (4/2).

Laporan itu diterima dengan nomor laporan LP/B/246/II/2022/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Ia melaporkan P, karena berdasarkan pengakuan korban sebelum hilang, anaknya itu sempat berkenalan dengan pelaku melalui lewat media sosial Tiktok.

"Hilangnya Kamis (3/2), saya melaporkannya pada Jumat (4/2), karena kan aturannya 1×24 jam baru bisa dilaporkan. Saya cari ke sana kemari sampai ke rumah orang tuanya P di Jalan Jojoran itu juga enggak ada," kata M kepada wartawan, Ahad (20/3/2022) lalu dengan wajah sedih dan kecewa.

Namun, usai laporan, MD mengatakan tak mendapatkan perkembangan pencarian hilangnya korban oleh polisi. Ia mengaku tak pernah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang merupakan hak bagi pelapor.

Khawatir dengan keselamatan buah hatinya, MD tak mau berpangku tangan. Dia pun berusaha sendiri mencari informasi ke mana anaknya dibawa kabur oleh P. Hingga akhirnya sebulan lebih waktu berjalan, ia mendapatkan kabar bahwa korban tengah berada di Blitar.

Hal itu didengarnya dari seorang penjaga warung di Blitar yang curiga dengan kondisi putrinya. Penjaga warung tersebut lantas bertanya kepada korban dari mana ia berasal, dan tinggal di mana selama di Blitar.

Diketahui, selama dibawa kabur P ke Blitar, korban dipaksa pelaku untuk menjadi pengemis. Kemudian oleh seorang penjaga warung yang kasihan kepadanya, korban lalu diberi pekerjaan.

"Ada orang baik itu nawarin pekerjaan jadi penjaga warung. Namun pas kerja kok penjaga warungnya ini curiga sama anak saya, didudukan itu. Setelah tahu semua ceritanya, anak saya dipinjami handphone untuk mengabari keluarganya," imbuhnya.

Setelah itu MD pun langsung berangkat ke lokasi putrinya. Sesampainya di sana, ia ternyata bertemu dengan P. Pelaku pun kabur ketakutan. Namun P berhasil ditangkap usai dikejar warga sekitar.

Kepada ayahnya, korban pun mengaku telah dicabuli teman P bernama M (21) warga Kesamben, Blitar. Dengan emosi, MD pun meminta P untuk menunjukkan lokasi M. Tak berselang lama M pun tertangkap.

Oleh MD, dua pelaku pun dibawa ke Surabaya untuk kemudian diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Meski begitu ia mengaku kecewa lantaran polisi tak cepat mengungkap dan mencari keberadaan anaknya yang dibawa kabur pelaku.

"Polisi tolonglah kami sebagai orangtua kalau ada laporan segera dicari karena orangtua itu pasti khawatir. Apalagi anak saya ini kan di bawah umur," ucapnya.

Senada, kuasa hukum korban, Danny Wijaya, mengaku kecewa terhadap kinerja polisi dalam menangani kasus yang dialami MD. Menurutnya kasus anak di bawah umur harusnya menjadi perhatian khusus.

"Harusnya menjadi atensi karena anak di bawah umur," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskorbanim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana mengatakan pihaknya telah mengirimkan SP2HP ke pelapor sejak 11 Februari 2022.

Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa kasus itu kini tengah didalami pihaknya. Penyidik kata dia juga telah melakukan pemeriksaan kepada saksi korban.

Korban juga telah menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Jatim. Namun kasus ini tengah dalam koordinasi dilimpahkan ke Polres Blitar lantaran kejadian pencabulan berada di sana.

"Iya mas saat ini ditangani oleh unit PPA. Hasil pemeriksaan saksi bahwa kasus dilimpahkan oleh penyidik Satreskorbanim Polrestabes Surabaya ke Polres Blitar karena TKP nya di sana," kata Mirzal.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

6 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

7 jam ago

Menang 38-23 atas Dharma Loka, SMP ICS Pekanbaru Tantang Al Azhar di Semifinal

SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…

7 jam ago

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker N95 ke Pengendara

Satlantas Polresta Pekanbaru membagikan 1.300 masker N95 gratis di Jalan Diponegoro guna meminimalisir risiko ISPA…

7 jam ago

Kapolda Riau dan Ustaz Abdul Somad Resmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang

Kapolda Riau Herry Heryawan dan Ustaz Abdul Somad meresmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang untuk pendidikan…

8 jam ago

Wako Agung Tegaskan Dukungan untuk PSPS, Bidik Promosi ke Liga 1

Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…

9 jam ago