Categories: Hukum Kriminal

Dianiaya, Keluarga Korban di Kuansing Tuntut Keadilan

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Helni (54), warga Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) orang tua dari Khairul Ihsan Caniago, pemuda yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI, menuntut keadilan hukum.

Ia berharap pelaku penganiayaan terhadap anaknya yang sedang ditangani penyidik Denpom Pekanbaru dihukum sesuai kesalahannya.

"Anak saya dianiaya secara beringas di depan orang ramai oleh oknum TNI yang bertugas di Sumatra Barat. Bahkan, tidak puas menganiaya dia mengarahkan senjata tajam ke anak saya.  Sekarang anak saya sedang menyembuhkan lukanya di bagian pipi kanan, mata di bagian kiri, dan luka rahang dalam,” ungkap Helni, Senin (16/3/2020) di Teluk Kuantan.

Menurut Helni, kejadian penganiayaan dan pengancaman pembunuhan itu terjadi pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Berawal saat anak laki-lakinya, Khairul (30) dijemput temannya ke rumah.

"Pagi itu anak saya sedang di rumah, dia ditelepon dan dikabari warga ada seorang anggota TNI  (N) yang mengamuk dan marah-marah kepada warga. Setelah itu datang temannya menjemput dan mereka pergi ke lokasi tempat oknum TNI yang mengamuk di daerah jalan baru Koto Kombu menuju tepian Sungai Kuantan. Sekitar satu jam kemudian, anak saya pulang dengan wajah luka dan memar,” ungkap Helni.

Satu jam setelah kejadian, anaknya langsung berangkat ke Pekanbaru untuk melakukan perawatan, visum, dan membuat laporan.

 "Anak saya sudah membuat laporan, dan kami sangat mendukung langkah anak kami yang sudah menempuh jalur hukum dengan melaporkan penganiayaan dan pengancaman itu ke Propam Pekanbaru," tutur Helmi.

Mewakili keluarga dan warga yang ketakutan karena  perbuatan N ini, Helmi menuntut keadilan.

"Jangan sampai, keluarga yang lain atau warga yang kurang mampu lainnya menjadi korban perbuatan semena-mena oknum TNI ini,” harap Helni.

Sebagai pihak keluarga korban, dia sangat berharap kalau kasus ini bisa cepat selesai, sehingga bisa memberikan ketenangan kepada  keluarga dan warga.

Sementara, Khairul Ihsan Caniago mengatakan, sebagai korban dan warga negara, ia sudah menempuh jalur yang ada.

"Haparapannya, laporan saya selaku warga negara secepatnya di tindak lanjuti," ujarnya. 

Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

1 jam ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 jam ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

2 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

3 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

3 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

3 hari ago