Tata Niaga Sawit Perlu Dibenahi

Kriminal | Sabtu, 06 Agustus 2011 - 09:22 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

Laporan Alfiadi, Pekanbaru redaksi@riaupos.com
Kenaikan harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di tingkat dunia, ternyata berbanding terbalik dengan kondisi petani kelapa sawit lokal.

Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit justru semakin menurun. Ini mengingat, tata niaga dan kebijakan industri CPO di Indonesia cenderung merugikan petani.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Riau Drs Kennedy SE Ak MM, petani sawit terbebani dua pajak, yakni langsung dan tidak langsung. Pajak langsung diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 17/Permentan/OT.140/2010 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebunan. Aturan itu mewajibkan petani membayar 5 persen untuk biaya administrasi setiap penetapan TBS.

“Padahal, harga TBS sering berubah-ubah, tergantung pasar CPO dunia,” ujar Kennedy, Jumat (5/8) di Pekanbaru.

Sementara pajak tidak langsung adalah beban yang harus ditanggung petani karena sejumlah pajak di tingkat pengusaha. Baik di tingkat nasional maupun daerah, pengusaha kelapa sawit harus membayar banyak pajak, di antaranya pajak pertambahan nilai, penghasilan, penerangan jalan, bumi dan bangunan, hingga pajak air bawah tanah.

Bukan itu saja, sejumlah perizinan bagi pengusaha pun selalu dikenai biaya yang mahal. Seperti izin gangguan (HO) mencapai Rp4 juta per tiga tahun, izin peningkatan daya olah pabrik dari 30 ton menjadi 60 ton, harus membayar Rp15 juta.

Kemudian, sumbangan wajib pengusaha bagi daerah, minimal Rp50 juta per tahun.

“Di tingkat petani, pengusaha membebankan berbagai pajak itu dengan pengurangan harga TBS. Ditaksir beban pengusaha itu mengurangi harga TBS sekitar Rp200-Rp300 per kilogram,” jelasnya.

Dikatakan, semestinya pemerintah Indonesia meniru kebijakan Malaysia. Salah satunya, terkait pungutan ekspor di Malaysia hanya sekitar 3,29 dolar AS per ton. Hasil pungutan itu pun dikembalikan ke petani dan industri untuk promosi, pengembangan tanaman sawit, dan dana jaga-jaga.(ade)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com