Yulia Navalnay
BRUSSEL (RIAUPOS.CO) – Yulia Navalnaya siap menabuh genderang perang. Istri pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny itu berjanji melanjutkan perjuangan mendiang suami. Komitmen tersebut disampaikan dalam pidato sebelum pertemuannya dengan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussel, Belgia, Senin (19/2).
Ibu satu orang putri itu diundang dalam pertemuan tersebut seusai kematian sang suami yang memicu kemarahan Barat. ’’Saya akan melanjutkan perjuangan Alexei Navalny. Saya akan terus memperjuangkan kebebasan Rusia,’’ ujarnya sebagaimana yang dilansir dari Agence France-Presse.
Bagi oposisi Rusia, pengumuman itu menjadi momen penting pada perubahan. Hal tersebut tidak terprediksi sebelumnya. Sebab, kematian Navalny membuat pihak oposisi Rusia seolah kehilangan harapan perubahan politik.
Apalagi, upaya politik memimpin oposisi di Negeri Beruang Merah selalu berujung pada penangkapan maupun pengasingan. Selain itu, memimpin oposisi dari luar Rusia akan dicap sebagai boneka asing yang dikendalikan intelijen Barat. Pernyataan Navalnaya itu seakan menjadi momentum menjelang pilpres di Rusia pada 15–17 Maret. Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tidak memiliki penantang yang kuat.
Di sisi lain, Putin memilih bungkam jika ditanya terkait dengan kematian Navalny. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pun menolak menjawab ketika ditanya tentang reaksi Putin. Dia berdalih Kremlin belum mendapatkan hasil penyelidikan atas kematian tersebut. ’’Saat ini hasil investigasi belum dirilis, tidak diketahui,’’ kata Peskov.
Dia juga mengecam pernyataan Barat yang menyalahkan Kremlin atas kematian Navalny. ’’(Tuduhan, red) itu sama sekali tidak dapat diterima,’’ tegasnya.(dee/bay/jpg)
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…