JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini masih berpotensi menguat karena adanya sentimen pelanggan dolar Paman Sam dan kebijakan baru Bank Sentral AS, The Fed.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, Rupiah akan mendapatkan angin segar dari indikasi kebijakan pelonggaran moneter yang lebih lama dan mungkin lebih agresif dari Bank Sentral AS untuk membantu pemulihan ekonomi AS.
“Nilai tukar Rupiah mungkin masih akan mendapatkan sentimen positif seperti yang diungkapkan Gubernur the Fed dalam pidato di pertemuan online para pejabat bank sentral dunia Jackson Hole Kamis pekan lalu,” ujarnya saat dihubungi, Senin (31/8).
Menurutnya, sikap the Fed tersebut mendorong pelemahan nilai tukar USD dan bisa membantu penguatan aset berisiko termasuk Rupiah. Di sisi lain, Ariston menambahkan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS bisa tertahan karena kekhawatiran potensi resesi dan penularan Covid-19 yang meninggi.
“Potensi penguatan Rupiah terhadap dolar AS hari ini di kisaran 14.550-14.750,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…
Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…