Categories: Ekonomi Bisnis

Gizi Remaja di Indonesia Harus Segera Diperbaiki

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa remaja 25,7 persen yang berumur antara 13-15 mempunyai status gizi pendek dan sangat pendek. Sementara remaja yang berumur 16-18 tahun ditemukan sebesar 26,9 persen. Mengindikasikan kondisi gizi pada remaja di Indonesia harus segera diperbaiki.

Hal itu dikatakan Ketua Pengabdian Masyarakat yang juga dosen Pasca Sarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Dr Mitra SKM MKM pada Seminar Program Kemitraan Masyarakat yang bertemakan"Pembinaan Satuan Tugas Peduli Stunting Remaja sebagai Agen Perubahan Melalui Informasi Digital dalam Upaya Pengentasan Stunting di Kota Pekanbaru" di Aula UHTP, Selasa (26/7). Seminar berlangsung selama dua hari. Pembicara, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Dra Mardalena Wati Yulia MSi, Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan KB Kota Pekanbaru Drs M Amin MSi, Dosen S1 Kesmas UHTP Nurlisis SKM MKes, Dosen Fakultas Ilmu Komputer UHTP Uci Rahmalisa SKom MTI, Duta Remaja Ns M Muzakir Fahmi SKepMKM, Dosen Umri Ikhbal Akhmad MM.

Berdasarkan data sensus penduduk 2020 menunjukkan sebesar 27,9 persen penduduk Indonesia adalah generasi Z yaitu generasi yang lahir 1997-2012. Generasi ini merupakan generasi yang berada pada era teknologi informasi dan   perkembangannya cukup pesat. Memasuki era revolusi industry 4.0 maka semakin pesat pula teknologi informasi.

Dengan demikian berdampak pada aktivitas remaja yang berhubungan dengan akses internet."Banyak sekali pilihan kosumsi makanan dan minuman oleh remaja yang  kurang tepat nilai gizinya. Sehingga secara tidak langsung menyebabkan masalah gizi remaja. Penanganan gizi ini sangat penting pada periode remaja. Remaja merupakan kelompok yang potensial yang dapat diandalkan sebagai agen perubahan," terangnya.          

Sementara itu, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi mengapresiasi seminar kemitraan tersebut. Ia menyebutkan saat ini yang sedang digaung-guangkan oleh Presiden Joko Widodo yakni Indonesia tanggung dan unggul."Untuk mencapai hal itu semua, para remaja kita harus unggul," papar rektor.(nto/c)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Fajar/Fikri Juara China Open 2026, Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu Dunia

Fajar/Fikri mempertahankan gelar China Open 2026 setelah mengalahkan Kim/Seo dalam tiga gim dan meraih dua…

15 jam ago

Donor Darah hingga Cek Mata Gratis, Baksos IKTS Pekanbaru Diikuti Ratusan Warga

Bakti sosial IKTS Pekanbaru mengumpulkan 176 kantong darah dan melayani 250 warga untuk pemeriksaan kesehatan…

16 jam ago

Pemkab Rohul Siapkan Rp5,4 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 Desa

Pemkab Rohul menyiapkan Rp5,4 miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 desa. Besaran Bankeu disesuaikan…

16 jam ago

Gubernur Riau Setujui Pengalihan Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu

Gubernur Riau menyetujui pengalihan aset Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu. Perbaikan jalan rusak…

17 jam ago

Polisi Gerak Cepat, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Tak Lama Usai Beraksi

Polsek Sukajadi menangkap dua terduga pelaku curanmor beberapa menit setelah beraksi. Keduanya diduga beraksi di…

19 jam ago

Keramat Jubah Merah Melaju Kencang, Juara Rayon IV Gunung Toar Berhasil Diraih

Jalur Keramat Jubah Merah asal Muaro Sentajo berhasil menjadi juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung…

19 jam ago