Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Orang Amerika Masih Belum Percaya Teknologi Mobil Otonom

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Teknologi otomotif yang semakin maju seperti kehadiran fitur swakemudi atau otonom pada mobil tampaknya masih ditanggapi sinis oleh sejumlah orang. Misalnya saja orang-orang di Amerika Serikat (AS) yang tetap skeptis tentang teknologi mengemudi otonom. Di sana dikabarkan masih belum mau menerima kehadiran teknologi tersebut.

Hal tersebut mengacu pada sebuah penelitian dari Partners for Automated Vehicle Education (PAVE). Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang kendaraan otonom, melakukan jajak pendapat terhadap 1.200 orang dewasa di seluruh AS awal tahun ini untuk menentukan pandangan tentang teknologi kendaraan otonom saat ini.

Hampir 3 dari 4 responden percaya teknologi mobil otonom tidak siap untuk diimplementasikan saat ini. Sementara 48 persen lainnya mengatakan mereka tidak akan pernah naik taksi atau kendaraan tumpangan yang bisa mengemudi secara mandiri.

Baca Juga:  Lion Air Buka Penerbangan Umrah Pekanbaru-Madinah

Selain itu, hanya 34 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa keuntungan kendaraan otonom lebih besar daripada kerugian potensial. Dan, hanya 18 persen akan bersedia untuk masuk dalam daftar tunggu untuk kendaraan otonom.

Pada catatan yang sedikit lebih positif untuk produsen mobil dan perusahaan teknologi yang mengembangkan kendaraan self-driving, 58 persen orang percaya kendaraan otonom akan tersedia dalam 10 tahun dari sekarang. Di sisi lain, 20 persen percaya teknologi itu belum akan hadir.

"Hasil survei ini mengonfirmasi bahwa kendaraan otonom menghadapi tantangan persepsi utama. Pendidikan dan jangkauan lebih luas adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan," sebut Direktur Eksekutif di PAVE, Tara Andringa.

Baca Juga:  Living World Hadirkan Virtual Concert

"Wawasan ini memberikan motivasi dan arahan bagi upaya kami untuk menghadapi tantangan edukasi ini," tegasnya sebagaimana dilansir dari Carscoops, Sabtu (23/5).

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Teknologi otomotif yang semakin maju seperti kehadiran fitur swakemudi atau otonom pada mobil tampaknya masih ditanggapi sinis oleh sejumlah orang. Misalnya saja orang-orang di Amerika Serikat (AS) yang tetap skeptis tentang teknologi mengemudi otonom. Di sana dikabarkan masih belum mau menerima kehadiran teknologi tersebut.

Hal tersebut mengacu pada sebuah penelitian dari Partners for Automated Vehicle Education (PAVE). Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang kendaraan otonom, melakukan jajak pendapat terhadap 1.200 orang dewasa di seluruh AS awal tahun ini untuk menentukan pandangan tentang teknologi kendaraan otonom saat ini.

Hampir 3 dari 4 responden percaya teknologi mobil otonom tidak siap untuk diimplementasikan saat ini. Sementara 48 persen lainnya mengatakan mereka tidak akan pernah naik taksi atau kendaraan tumpangan yang bisa mengemudi secara mandiri.

Baca Juga:  Daihatsu Ayla Jadi Magnet Pengunjung GIIAS 2021

Selain itu, hanya 34 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa keuntungan kendaraan otonom lebih besar daripada kerugian potensial. Dan, hanya 18 persen akan bersedia untuk masuk dalam daftar tunggu untuk kendaraan otonom.

Pada catatan yang sedikit lebih positif untuk produsen mobil dan perusahaan teknologi yang mengembangkan kendaraan self-driving, 58 persen orang percaya kendaraan otonom akan tersedia dalam 10 tahun dari sekarang. Di sisi lain, 20 persen percaya teknologi itu belum akan hadir.

- Advertisement -

"Hasil survei ini mengonfirmasi bahwa kendaraan otonom menghadapi tantangan persepsi utama. Pendidikan dan jangkauan lebih luas adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan," sebut Direktur Eksekutif di PAVE, Tara Andringa.

Baca Juga:  Upsize Minuman di Batavia Expresse MP Hanya Rp1

"Wawasan ini memberikan motivasi dan arahan bagi upaya kami untuk menghadapi tantangan edukasi ini," tegasnya sebagaimana dilansir dari Carscoops, Sabtu (23/5).

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Teknologi otomotif yang semakin maju seperti kehadiran fitur swakemudi atau otonom pada mobil tampaknya masih ditanggapi sinis oleh sejumlah orang. Misalnya saja orang-orang di Amerika Serikat (AS) yang tetap skeptis tentang teknologi mengemudi otonom. Di sana dikabarkan masih belum mau menerima kehadiran teknologi tersebut.

Hal tersebut mengacu pada sebuah penelitian dari Partners for Automated Vehicle Education (PAVE). Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang kendaraan otonom, melakukan jajak pendapat terhadap 1.200 orang dewasa di seluruh AS awal tahun ini untuk menentukan pandangan tentang teknologi kendaraan otonom saat ini.

Hampir 3 dari 4 responden percaya teknologi mobil otonom tidak siap untuk diimplementasikan saat ini. Sementara 48 persen lainnya mengatakan mereka tidak akan pernah naik taksi atau kendaraan tumpangan yang bisa mengemudi secara mandiri.

Baca Juga:  Bank Mandiri Berencara Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Selain itu, hanya 34 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa keuntungan kendaraan otonom lebih besar daripada kerugian potensial. Dan, hanya 18 persen akan bersedia untuk masuk dalam daftar tunggu untuk kendaraan otonom.

Pada catatan yang sedikit lebih positif untuk produsen mobil dan perusahaan teknologi yang mengembangkan kendaraan self-driving, 58 persen orang percaya kendaraan otonom akan tersedia dalam 10 tahun dari sekarang. Di sisi lain, 20 persen percaya teknologi itu belum akan hadir.

"Hasil survei ini mengonfirmasi bahwa kendaraan otonom menghadapi tantangan persepsi utama. Pendidikan dan jangkauan lebih luas adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan," sebut Direktur Eksekutif di PAVE, Tara Andringa.

Baca Juga:  Daihatsu Ayla Jadi Magnet Pengunjung GIIAS 2021

"Wawasan ini memberikan motivasi dan arahan bagi upaya kami untuk menghadapi tantangan edukasi ini," tegasnya sebagaimana dilansir dari Carscoops, Sabtu (23/5).

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari