Categories: Ekonomi Bisnis

Berantas Hama Sawit dengan Musuh Alami

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hama merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh pekebun sawit maupun perusahaan tanaman perkebunan.  Penggunaan insektisida merupakan cara yang umum dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut meskipun efektif, penggunaan insektisida sering menimbulkan dampak negatif, antara lain mencemari lingkungan.

Untuk mengatasi hal tersebut cara yang lebih aman dan tidak mencemari lingkungan, yaitu cara pemberantasan dengan memanfaatkan musuh alami berupa fungi, virus, bakteri, predator ataupun parasitoid, perlu dikembangkan.

Kelapa sawit memiliki musuh yang harus dimusnahkan oleh pekebun. Apabila tidak dikendalikan, akan merusak tanaman dan memengaruhi produktivitas. Jenis hama golongan ulat yang kerap menyerang tanaman kelapa sawit di antaranya adalah ulat api, ulat bulu, ulat kantung dan ketiganya memakan daun sawit.

"Untuk mengendalikan hama (ulat) harus berprinsip dengan cara terpadu, menggabungkan berbagai teknik pengendalian untuk memutus siklus hidup dan menekan populasi hama," ujar GM Riset and Development First Resources Group Adja Muhammad Alsan Shaf SP, M.Si dalam pemaparannya saat kuliah umum dan pengenalan kegiatan akademik Pascasarjana Ilmu Pertanian Unri, Sabtu (21/8/2021).

Kuliah umum dengan menghadirkan pakar hama ini mengupas "Pest Management for Sustainable Palm Oil Plantation" dilaksanakan secara daring dan luring yang dimoderatori Agus Winarsih, SP mendapat antusias dari peserta.

Disebutkan Adja, tanaman kelapa sawit yang sudah terpapar hama (ulat api, ulat kantung, dan ulat bulu) dapat dilihat dari gejala kerusakannya. Jika ada serangan berat dari ulat merusak tanaman dan menurunkan produktivitas tanaman.

"Untuk mengendalikan hama memerlukan dana yang tidak sedikit," tegasnya.

Jika sawit diserang hama maka akan menimbulkan beberapa masalah yakni produksi bisa turun 60 persen dan keadaaan bisa pulih minimal 2 tahun, besarnya biaya pengendali hama, tingginya biaya pengendali gulma, ekstra pupuk (untuk memulihkan kondisi tanaman).

Menurut Adja, untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan teknik pengendalian ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) secara terpadu dengan tetap mencari tahu timing yang tepat agar siklus hidupnya dapat diputus.

Cara efektif membasmi hama melalui tanaman bermanfaat seperti air mata pengantin, patik mas, turnera dan lainnya untuk memancing predator/parasit seperti jenis tawon tawonan dan lalat untuk membunuh ulat.

Jika titik terakhirnya menggunakan kimia harus tepat sasaran dan aman bagi lingkungan, manusia dan hewan.

Hama di perkebunan kelapa sawit bisa berupa tikus, ulat pemakan daun, ulat kantong, ulat api, ulat bulu, rayap, penggerek buah, kumbang badak, babi, landak dan monyet.
"Dikatakan hama jika hewan yang merusak/mematikan tanaman budidaya sehingga menimbulkan kerugian secara ekonomis," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pascasarjana Pertanian Unri Dr. Ir. Wawan, MP mengatakan kuliah umum seperti ini sering dilakukan dengan menghadirkan para pakar di bidangnya agar mahasiswa lebih memahami dan mendapat ilmu sesuai yang diaplikasikan di lapangan.

"Materi yang disampaikan sangat menarik dan kita memang sering mengundang pakar untuk memberikan pengetahuan yang berbeda kepada mahasiswa," ujar Wawan.

Dikatakannya, walaupun materi yang disampaikan dosen dengan para pakar temanya sama namun akan berbeda antara teori dengan praktik di lapangan.

Laporan: Heny Elyati (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

15 jam ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

15 jam ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

15 jam ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

17 jam ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

1 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

1 hari ago