Categories: Ekonomi Bisnis

Harga Hyundai Stargazer Bikin Khawatir Pesaing

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Belakangan ini Hyundai Stargazer menjadi pembicaraan hangat di kalangan pencinta otomotif tanah air. Sinyal lampu hijau mobil yang bermain di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) tak lama lagi akan meluncur.

Seperti diberitakan sebelumnya Hyundai Stargazer sudah ada dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang dapat di lihat pada situs web Samsat DKI Jakarta.

Segmen MPV memang sangat "gurih" dan mendapat porsi cukup besar di Indonesia, sangat wajar bila strategi pabrikan Korea Selatan ini masuk dalam ceruk ini. Dominasi merek Jepang yang sudah lama menguasai pasar MPV bisa jadi akan tergeser dengan kemunculan Stargazer.

Kemunculan Hyundai Stargazer nantinya akan menantang dominasi Toyota Avanza atau mobil sejuta umat dan Mitsubishi Xpander. Apalagi Hyundai memberikan desain baru di segmen MPV yang belum ada sebelumnya.

Bisa dimungkinkan bila Toyota Avanza nantinya akan ditinggalkan konsumen, apalagi varian paling tingginya sudah memisahkan diri dari lini Avanza yaitu Veloz. Chief Operating Officer Hyundai Mobil Indonesia (HMID) Makmur ketika dikonformasi terkait Hyundai Stargazer masih menutup rapat alias enggan memberikan bocoran informasi.

Makmur hanya mengungkapkan kalau Hyundai akan segera merilis untuk menstimulasi pasar MPV dalam negeri. "Tunggu saja ya, sabar nanti pasti kita umumkan. Tunggu ya," ujar Makmur kepada JPG saat acara halalbihalal di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Berbicara spesifikasi mesin yang akan digunakan Stargazer, rumor yang beredar pihak Hyundai akan membenamkan mesin 1.500 cc yang digunakan model SUV Creta. Seperti diketahui Hyundai Creta mampu menggelontorkan tenaga 115 PS dan torsi 143,8 Nm.

Ada dua pilihan transmisi yaitu manual enam percepatan dan Intelligent Variable Transmission (IVT). Melihat desainnya Hyundai Stargazer bisa dikatakan adik dari Staria dengan dimensi lebih kecil.

Bila bicara harga yang tertera pada NJKB Hyundai Stargazer mencantumkan harga mulai Rp155 juta hingga Rp202 juta. Namun harga NJKB bukan harga jual untuk pasar, karena belum termasuk biaya lain yang dikenakan pada mobil baru.

Kini kepercayaan konsumen terhadap merek Hyundai mulai tumbuh subur, terbukti dengan larisnya Creta dan Ioniq 5.

Bahkan bila bicara layanan after sales, Hyundai sudah banyak tersebar di Indonesia. Strategi Hyundai memang harus diwaspadai yang nantinya akan membuat merek Jepang terganggu. Pastinya Hyundai sudah memperhitungkan untuk bermain di segmen ini.(esi)

Laporan JPG, Jakarta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemkab Rohul Ajukan Percepatan Jadwal Terbang JCH ke Batam, Ini Alasannya

Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…

2 hari ago

Kuansing Bersiap Jadi Tuan Rumah, 819 Peserta Ramaikan MTQ Riau

Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…

3 hari ago

Jalan Amblas Depan Kantor Gubernur Riau Langsung Diperbaiki, PUPR Bergerak Cepat

PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…

3 hari ago

Menjamur di Jalan Protokol, Bangunan Liar di Pekanbaru Segera Dibongkar

Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…

3 hari ago

Wako Pekanbaru Turun Tangan, Drainase dan Sampah Jadi Fokus Utama Atasi Banjir

Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…

3 hari ago

Pembelian Pertalite Tak Lagi Pakai Rekomendasi Desa, SPBU Inhu Dorong XStar

SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…

3 hari ago