Categories: Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Riau 2020 Berpotensi Terkoreksi

PEKANBARU {RIAUPOS.CO)– Di awal tahun 2020, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau memperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau secara keseluruhan pada 2020, berada pada kisaran 2,70 hingga 3,10 persen yang bersumber dari meningkatnya pertumbuhan investasi dan net ekspor.

Kepala KPw BI Riau Decymus mengatakan, dari sisi lapangan usaha (LU), industri pengolahan diperkirakan menjadi sumber utama meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020. "Hal ini dapat terjadi jika tidak ada risiko yang mengoreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau 2020," katanya.

Kendati demikian, Decymus menyatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi Riau melebihi 3,00 persen pada 2020 kemungkinan akan tertutup. Merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diprediksi membuat perekonomian Riau di berbagai sektor limbung.

Hadirnya bencana ini sangat berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi Riau 2020, dikarenakan outbreak Covid-19 yang terjadi di banyak negara menyebabkan permintaan global terhadap komoditas ekspor utama Riau mengalami koreksi.

"Akhir Maret kami telah memperbarui asesmen dampak Covid-19 terhadap perekonomian Riau. Asesmen terkini KPw BI Riau memperkirakan dampak Covid-19 menyebabkan biaya dan loss setara 0,60 persen PDRB Riau," ujar Decymus. Loss terbesar, lanjutnya, diperkirakan terjadi di sektor industri pengolahan, disusul sektor pertambangan, pertanian, transportasi, perdagangan, dan pariwisata.

Selain itu, Covid-19 juga mengakibatkan penurunan harga komoditas dunia. KPw BI Riau mencatat komoditas seperti CPO, karet, dan minyak bumi mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Decymus mengungkapkan, pihaknya memperkirakan penurunan harga komoditas utama ini juga akan turut menyumbang koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau. Secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Riau mengarah ke 2,32 persen sepanjang 2020,” tuturnya.

Jika ketidakpastian global akibat Covid-19 masih terus berlangsung bukan tidak mungkin koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau lebih dalam. "Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya-upaya pre-emptive yang ditempuh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui berbagai stimulus agar koreksi pertumbuhan ekonomi Riau tidak terlalu dalam, sehingga dampaknya terhadap kemiskinan dan pengangguran dapat dimitgasi," ujarnya.(a)

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago