Categories: Ekonomi Bisnis

PLN Bisa Beli Listrik EBT dari Masyarakat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini masyarakat sudah bisa menyuplai listrik untuk kebutuhan harian rumah tangga sendiri melalui energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya, menggunakan solar panel di atap maupun di halaman tempat tinggalnya.

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini. Ke depan, ia memperkirakan Independent Power Producer (IPP) yang menjual listrik ke perusahaannya tak hanya korporasi-korporasi besar, melainkan juga kelompok masyarakat. 

Dalam hal ini, masyarakat tak cuma hanya berada di posisi konsumen melainkan juga produsen listrik.

"Kalau ada kelebihan mereka pasti berpikir bagaimana mereka menjual listrik solar panel dari yang mereka lakukan. Sehingga grid (jaringan, red) yang dibutuhkan nantinya tidak hanya satu arah tetapi juga dua arah," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (12/8/2020) di Jakarta.

Zulkifli juga menyampaikan bahwa skema tersebut bisa jadi inovasi yang dapat membantu perseroan memenuhi target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025.

Perusahaannya dengan demikian tak perlu mengeluarkan dana besar untuk investasi pembangkit energi baru dan terbarukan.

"Sudah barang tentu, seperti yang saya katakan, bahwa yang survive bukan yang paling besar yang paling pintar dan paling banyak modalnya, tapi yang inovatif," imbuhnya.

Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RPJPP), lanjut Zulkifli, PLN sendiri menargetkan kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 12,8 Giga Watt (GW) pada 2024. Namun hingga akhir 2019 lalu, realisasi daya pembangkit EBT terpasang baru mencapai 7,8 GW.

Artinya, masih ada defisit 5 GW untuk dapat mencapai target RJPP 2024. Sementara jika mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), defisit kapasitas pembangkit listrik EBT jauh lebih besar.

"RUPTL menargetkan 16,3 GW, sehingga ada selisih antara RPJPP dan RUPTL sebesar 3,5 GW," terangnya.

Lantaran itulah, PLN mulai menggenjot pembangunan pembangkit EBT dengan menggenjot bauran biomassa sebagai pengganti batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik diesel.

Selanjutnya, perusahaan juga berencana meningkatkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan memanfaatkan lahan tambang yang sudah tidak digunakan serta permukaan air di danau dan waduk sehingga tak membutuhkan pembebasan lahan.

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

7 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

8 jam ago

Menang 38-23 atas Dharma Loka, SMP ICS Pekanbaru Tantang Al Azhar di Semifinal

SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…

8 jam ago

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker N95 ke Pengendara

Satlantas Polresta Pekanbaru membagikan 1.300 masker N95 gratis di Jalan Diponegoro guna meminimalisir risiko ISPA…

9 jam ago

Kapolda Riau dan Ustaz Abdul Somad Resmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang

Kapolda Riau Herry Heryawan dan Ustaz Abdul Somad meresmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang untuk pendidikan…

9 jam ago

Wako Agung Tegaskan Dukungan untuk PSPS, Bidik Promosi ke Liga 1

Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…

10 jam ago