Categories: Ekonomi Bisnis

IHSG Berpotensi Terkoreksi Pekan Ini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan. The Federal Reserve (The Fed) memberikan isyarat penurunan suku bunga acuan tidak lama lagi. Dengan catatan tren inflasi mengarah ke 2 persen.

Angka pengangguran AS Februari sebesar 3,9 persen. Naik dari 3,7 persen pada bulan sebelumnya. Jumlah pengangguran bertambah 334 ribu orang menjadi 6,5 juta orang. Padahal, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat, korporasi telah menambah 275 ribu lowongan kerja.

‘’Hal ini meningkatkan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Juni. Pasar juga merespons positif pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell di depan Komite Perbankan Senat yang mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga mungkin tidak akan terlalu lama jika inflasi bergerak berkelanjutan menuju 2 persen,” kata analis pasar modal Hans Kwee kepada JPG, Selasa (12/3).

Pekan ini, lanjut dia, pelaku pasar tengah menunggu data indeks harga konsumen (IHK) AS pada Februari. Perkiraannya, bakal melanjutkan penurunan. Terutama pada inflasi inti.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, IHK AS pada Januari 2024 sebesar 3,1 persen. Realisasi inflasi pada awal tahun itu menurun jika dibandingkan Desember 2023 di level 3,4 persen. Hanya saja, memang lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 2,9 persen.

Dari dalam negeri, Hans memperkirakan, Bank Indonesia (BI) bisa jadi lebih cepat menurunkan suku bunga acuannya. Tentu dengan indikator bila inflasi tetap rendah, nilai tukar rupiah stabil cenderung menguat, dan perekonomian Indonesia tetap kuat. Hanya saja, saat ini investor domestik cenderung berada pada mode wait and see karena belum menentunya agenda ekonomi pasca pemilihan presiden.

“Faktor global akan lebih menentukan arah IHSG (indeks harga saham gabungan). Pekan ini berpeluang melemah dengan support di level 7.334 sampai 7.238 dan resistance di 7.416 hingga 7.450,” ujar dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan, data perdagangan saham periode 4-8 Maret 2024 ditutup bervariasi. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/3), IHSG kembali memecahkan rekor all time high ditutup di posisi 7.381,907. Meningkat 0,11 persen dari rekor sebelumnya 7.373,964 pada perdagangan Kamis (7/3).

“Sedangkan jika dibandingkan dengan pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,96 persen dari posisi 7.311,907,” ucap Kautsar.(jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

12 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

12 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

13 jam ago

Bupati Rohul Tebar 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan Kabun, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…

13 jam ago

Pengelolaan Aset Dinilai Produktif, UIN Suska Riau Sabet Penghargaan KPKNL

UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…

14 jam ago

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

16 jam ago