Categories: Ekonomi Bisnis

Cetak 67 Startup, Nilai Perusahaan Bisa Tembus Ratusan Miliar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memiliki program inkubasi perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup. Dalam kurun 2001-2019 sebanyak 67 startup telah berhasil mentas dan menjadi perusahaan mandiri. Nilai atau valuasi perusahaannya juga telah mencapai ratusan miliar.

Program inkubasi startup di BPPT dijalankan oleh Balai Inkubator Teknologi. Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugrah Widiyanto mengatakan lembaganya mendorong startup yang ikut program inkubasi supaya berkembang. Termasuk juga mendampingi sehingga bisa mengembangkan bisnisnya.

"Sebanyak 67 tenant sudah graduate dalam periode 2001-2019," kata Anugrah di sela kegiatan BPPT Innovation Day di komplek Puspiptek Serpong Selasa (10/12). Dia bahkan mengungkapkan ada empat perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi di atas Rp 50 miliar. Bahkan satu diantaranya nilai valuasinya di atas Rp 100 miliar.

Startup binaan BPPT yang berhasil memiliki aset lebih dari Rp 100 miliar itu adalah PT Nanotech Herbal Indonesia. Kemudian tiga start up yang nilai perusahannya lebih dari Rp 50 miliar tapi di bawah Rp 100 miliar adalah PT Powertech Nano Industry, PT. Indobit Digital Raya, dan PT Aromatik Teknologi Indonesia.

Lebih lanjut Anugrah menjelaskan untuk inkubasi periode 2020 sudah masuk tahap seleksi. Jumlah yang mendaftar sudah ada 34 unit calon start up. Sementara daya tampung inkubasi di BPPT sekitar 40 perusahaan. Daya tampung ini sekaligus ketersediaan dana untuk proses pendampingan.

"Kami inginnya menerima calon start up sebanyak-banyaknya," katanya. Namun karena uang yang digunakan dalam proses inkubasi adalah anggaran negara, maka harus efektif penggunaannya. Maka BPPT melakukan seleksi yang ketat dalam menerima pendaftaran calon startup. Tujuannya supaya akhirnya nanti seluruhnya bisa mentas dan berkembang.

BPPT menetapkan sejumlah kriteria untuk meluluskan (graduate) sebuah start up dari proses inkubasi. Yakni produk yang dijual atau dipasarkan sudah mendapatkan izin atau legalitas. Kemudian mendapatkan legalitas untuk lembaga bisnis atau start up, baik itu berbentuk PT atau CV.

Indikator selanjutnya adalah adanya upaya peningkatan SDM. Baik itu kualitas maupun kuantitasnya. Dan indikator terakhir adalah bisa mendapatkan income atau pemasukan. Minimal income itu bisa untuk menutup biaya operasional dahulu.

Untuk startup yang sudah lulus dari proses inkubasi BPPT selama ini, memperoleh catatan income yang beragam. Ada yang Rp 150 jutaan bahkan sampai Rp 578 juta. "Macam-macam. Ada yang income dihitung bulanan atau dalam satu tahun," pungkas Anugrah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: ErizalKepala Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Anugrah Widiyanto menunjukkan sejumlah startup yang mereka bina dalam program inkubasi di komplek Puspiptek Serpong, Selasa (10/12) (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

11 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

11 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago