Categories: Ekonomi Bisnis

Karyawan XL Axiata Bangun Sarana Air Bersih dan Jembatan Desa di Banyuasin

BANYUASIN (RIAUPOS.CO) – Karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL) melakukan peletakan batu pertama wakaf pembangunan sarana air bersih dan jembatan bagi masyarakat di Desa Talang Lubuk, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang dilaksanakan pada Ahad (5/12/2021) lalu.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Majelis Taklim XL Axiata Yanuar Tirta Kumaya, Head of Sales XL Axiata Greater Palembang – Babel Budi Utama Lubis, GM Program Management Human Initiative Siti Maisaroh, Camat Sumber Marga Telang Drs Hasanul Hak MM, Kepala Desa Talang Lubuk Sanusi, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua MTXL Axiata, Yanuar Tirta Kumaya, mengatakan, MTXL Axiata berupaya memfasilitasi karyawan dan pimpinan yang ingin mewakafkan sebagian rezekinya guna membantu mencarikan jalan keluar bagi permasalahan masyarakat di berbagai daerah.

"Bagaimana pun juga, kami selama ini hidup di tengah masyarakat dan mengetahui beberapa problematika sosial yang muncul. Karena itu pula, sudah seharusnya kami pun siap untuk membantu mancarikan jalan keluar atas problem sosial yang dihadapi masyarakat sesuai dengan kemampuan kami,” kata Yanuar dalam siaran pers yang diterima Riaupos.co, Selasa (7/12/2021).

Yanuar menambahkan, dana pembangunan sarana air bersih dan jembatan ini merupakan dana wakaf yang dikelola oleh Majelis Taklim XL Axiata untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

MTXL Axiata berupaya terus sebar kebaikan untuk menjalin silaturahmi dengan kelompok masyarakat berbagai kalangan dan berbagai daerah. Kedua program pembangunan ini bekerjasama dengan lembaga kesejahteraan sosial, Human Initiative.

Jembatan desa ini membentang di atas Sungai Desa Talang Lubuk sepanjang 70 meter, menghubungkan Desa Talang Lubuk Dusun 1 dengan Dusun 2, yang bisa memangkas jarak tempuh warga sekitar ke area sekitarnya dalam melaksanakan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari. Sebagai penyangga, jembatan menggunakan kayu yang berkualitas nomor satu. Proses pembangunan memakan waktu sekitar 4 bulan.

Sementara itu, pembangunan sarana air bersih juga berada di Desa Talang Lubuk. Sumber air permukaan di desa tersebut sebenarnya melimpah, namun kualitasnya sangat rendah, terlalu tinggi kandungan garamnya sehingga terasa asin dan payau.

Posisi geografisnya yang terletak di pesisir pantai, tepatnya di area delta tempat pertemuan antara aliran sungai Musi dan laut, mengakibatkan warga di desa ini sulit mendapatkan pasokan air bersih layak minum.

Kepala Desa Talang Tubuk, Sanusi mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada MTXL Axiata dan karyawan XL Axiata atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada desanya.

"Keberadaan jembatan dan sarana air bersih ini memang menjadi harapan kami sejak lama. Kami akan memanfaatkannya secara maksimal dan tentu juga merawatnya,” jelas Sanusi.

Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

45 menit ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

1 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

2 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago