MEDAN (RIAUPOS.CO) – Langkah transformasi digital yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo mendapat sambutan positif dari Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mengakselerasi Transformasi Industri Kelapa Sawit Nasional.”
Ketua Tim Komisi VI DPR RI, Prof Dr Drs HAM Nurdin Halid, yang memimpin langsung kunjungan ini, menekankan pentingnya peran strategis sektor sawit dalam perekonomian nasional. Ia menyebut, industri sawit saat ini menyerap sekitar 16,5 juta tenaga kerja dan menjadi penyumbang signifikan dalam penerimaan negara. Produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional tercatat mencapai 48,16 juta ton, meningkat 3,8 persen.
Anggota Komisi VI, Drs H Mulyadi MMA, menyampaikan kekagumannya terhadap implementasi digitalisasi yang dijalankan PalmCo. Menurutnya, penerapan teknologi berbasis data menjadi langkah penting untuk mendorong kemandirian pangan dan energi di Indonesia.
Sementara itu, Firnando H Ganinduto BA, anggota Komisi VI lainnya, menyoroti sistem digital seperti PalmCo Business Cockpit dan AgroView yang mampu meningkatkan akurasi dan transparansi dalam pengelolaan kebun.
Asisten Deputi Kementerian BUMN, Faturohman, menambahkan bahwa PTPN Group kini masuk fase ekspansi setelah melalui restrukturisasi besar pada akhir 2023. Ia menyebut PalmCo sebagai tulang punggung utama PTPN Group, menyumbang sekitar 70 persen dari total pendapatan perusahaan.
Direktur Utama Holding PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan terima kasih atas dukungan DPR RI terhadap pengembangan sektor sawit nasional. Ia menilai kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan BUMN.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga produktivitas dan efisiensi di tengah tantangan global. Saat ini, produktivitas CPO PalmCo mencapai 4,6 ton per hektare—angka yang tergolong tinggi di industri.
Selain itu, PalmCo juga mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan target seluas 60.000 hektare tahun ini. Jatmiko menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan. Teknologi seperti AI, IoT, dan dashboard real-time telah diterapkan untuk mendukung operasional kebun secara menyeluruh.

