Categories: Ekonomi Bisnis

Ubah Limbah Jadi Listrik, PTPN IV Tandun Jadi Contoh Sawit Ramah Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tandun di Kabupaten Kampar, yang dikelola oleh PTPN IV Regional III, selama lebih dari satu dekade berhasil mengolah limbah cair sawit (POME) menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Langkah ini dilakukan melalui instalasi pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) yang telah beroperasi sejak 2013. Dengan teknologi tersebut, limbah yang semula tak bernilai ekonomi kini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas hingga 1,5 Megawatt.

Head of Project Management Office PTPN IV Regional III, Masrukin, menyampaikan bahwa seluruh proses operasional di PKS Tandun mematuhi standar lingkungan dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Selama lebih dari 10 tahun, kami memiliki sistem pengolahan limbah modern yang sesuai dengan baku mutu lingkungan. Limbah ini kami manfaatkan kembali sebagai energi listrik untuk mendukung operasional pabrik,” ungkapnya.

Listrik yang dihasilkan dari PLTBg ini digunakan untuk mendukung kegiatan pabrik pengolahan inti sawit (PKO) di sekitar area Kebun Tandun. Menurut Masrukin, inisiatif ini sejalan dengan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung target net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement.

“Bagi kami, tidak ada limbah yang terbuang sia-sia. Semuanya bisa diolah kembali menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat,” katanya.

Tak hanya itu, PTPN IV Regional III juga aktif dalam investasi energi terbarukan. Saat ini mereka memiliki enam instalasi PLTBg di wilayah operasionalnya. Dua di antaranya digunakan untuk pembangkit listrik, sementara empat lainnya sebagai sumber co-firing.

Salah satu instalasi co-firing yang berada di Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, bahkan baru saja meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK)—yang tercatat sebagai sertifikat pertama di industri sawit nasional. Sertifikat ini juga membuka peluang baru dalam perdagangan karbon.

“Ini bukan hanya soal efisiensi energi, tapi juga memperkuat posisi kami sebagai pelaku usaha berkelanjutan,” tegas Masrukin, yang merupakan alumni Magister IPB.

Dengan capaian ini, PTPN IV Regional III terus memperkuat posisinya sebagai pelopor pengelolaan limbah sawit berbasis energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Redaksi

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

5 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

7 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

7 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

7 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

7 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

8 jam ago