Categories: Ekonomi Bisnis

Honda Bertekad Pertahankan Market Share

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selaras dengan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), PT Honda Prospect Motor (HPM) tidak mau mematok target muluk-muluk. HPM berfokus untuk menjaga market share yang mereka capai pada angka 14,1 persen tahun ini.

Public Relation & Digital Manager PT Honda Prospect Motor Yulian Karfili mengatakan bahwa target itu inline dengan proyeksi Gaikindo untuk 2020. Gaikindo memprediksi penjualan otomotif tahun depan kurang lebih sama dengan tahun ini. Yakni, pada kisaran 1 juta unit. Dengan pertimbangan itu, Honda memilih untuk mempertahankan volume penjualan seperti tahun lalu.

”Kami ingin me-maintain market share saja. Strateginya apa, pasti akan ada refreshment. Berapanya dan apa belum bisa saya sebut sekarang,” ujar Arfi di sela New Test Toll Road beberapa waktu lalu.

Berdasar data HPM terkini, penjualan ritel Honda mobil terus meningkat pada 2019. Sepanjang tiga bulan berturut-turut, Honda mencatatkan kenaikan pertumbuhan. Pada November 2019, total penjualan Honda mencapai 13.010 unit. Itu meningkat dibandingkan penjualan bulan sebelumnya yang mencapai 12.375 unit. ”Kontribusi penjualan Honda paling besar pada November adalah Brio Satya, Brio RS, dan HR-V 1.5L,” terang Arfi kemarin (3/1).

Secara keseluruhan, dia mengatakan bahwa penjualan Honda sedikit melandai tahun lalu. Tapi, market secara keseluruhan juga sedang turun. Bahkan, Honda termasuk yang masih positif karena mencatatkan penurunan sekitar 8 persen. Padahal, penurunan market nasional berkisar 11–12 persen.

Sementara itu, berbicara mengenai proyeksi pasar pada 2020, HPM menilai bahwa pembangunan infrastruktur akan mendorong penjualan kendaraan roda empat. Salah satunya tol layang Jakarta–Cikampek (Japek) II yang sudah resmi beroperasi. Adanya ruas tol sepanjang 36,4 km itu bakal memperlancar arus lintas dari Jakarta menuju tol Trans-Jawa atau sebaliknya.

Dengan makin lancarnya arus lalu lintas, efek lain yang mungkin terjadi adalah tumbuhnya pengguna mobil pribadi. Artinya, akan mendorong penjualan mobil di sekitar Jabodetabek. ”Sekarang wilayah Jabodetabek sudah berkontribusi hampir 50 persen dari total penjualan Honda. Dengan infrastruktur yang makin berkembang, pasti akan mendorong orang untuk beli mobil juga,’’ ujar Arfi.(agf/c6/hep/jpg)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

22 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

24 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 hari ago