riau-layak-miliki-training-migas-center
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau melalui Blok Rokan pada 1997 pernah memproduksi minyak 1,5 juta barel per hari. Produksi ini puncak tertinggi dalam sejarah perminyakan di Indonesia. Oleh karena itu sudah sewajarnya memiliki training migas center.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Feri Akri didampingi Sekjen Permigastara Jhon Pieter Simanjuntak, Selasa (2/11).
"Riau sudah selayaknya memiliki training migas center mengingat Blok Rokan masih memberikan kontribusi sangat besar bagi perekonomian nasional. Tolong digarisbawahi kita bukan minta untuk memindahkan Cepu ke Riau, tapi bagaimana sebagian dari agenda itu untuk Sumatera bolehlah di Riau untuk menjadi fokusnya,’’ ujar Feri.
"Nantinya training migas center ini berada di Duri. Kenapa Duri? bukan Pekanbaru, bukan Minas atau Dumai, karena Duri berada di tengah-tengah. Dan melalui Sekjen, mewakili kita semua telah berbicara dengan training centernya Cepu dan Pertamina training Center," tambahnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Feri pihaknya juga akan segera mempublish wujud nyata dari kerja sama itu. Dijelaskan Feri, tugas pemerintah sangat berat untuk menaikkan produksi migas di Riau itu luar biasa. "Hari ini saja kurang lebih 150 ribu barel per hari yang diproduksi Blok Rokan. Sekian tahun ke depan diharapkan sampai 1 juta barel. Inikan suatu upaya yang super sekali," terang Feri Akri.
Dikatakan Feri, kehadiran Permigastara memiliki aset berupa akses baik ke pemerintah pusat maupun ke stakeholders, baik teman-teman yang di Senayan maupun teman-teman yang ada di lingkar kekuasaan, pihaknya akan mencoba melakukan lobi-lobi kepada mereka untuk memberikan masukan. Mengingat sejauh ini yang menjadi fokus terkait dana bagi hasil (DBH) migas sementara dana alokasi umum (DAU) kurang menjadi perhatian.
"Kami sampaikan bahwa Permigastara berkeinginan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan kawan-kawan di legislatif. Teman-teman ini kita coba beri masukan, agar timbul sebuah impact. Dan jika ini disebut sebuah politik ekonomi saya pikir ini tak ada masalah. Bahwa memang diperlukan lobi-lobi untuk Riau," jelasnya.
Lanjut Feri, pihaknya di level atas secara nasional ingin menyampaikan Riau masih layak diberikan prioritas kedepan. Terkait dengan bagaimana training center migas itu ada di Riau.
"Harapan kita juga tentu dengan akses yang kita miliki dengan kekuatan SDM yang kita miliki di internal, Permigastara ingin melalukan yang terbaik untuk sebuah asosiasi yang berdampak kepada member kami dan tentu tempat dimana daerah kami berada," tutur Feri.(hen)
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…
Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…
Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…