TRANSISI BLOK ROKAN

Pertamina Siapkan Investasi Lanjutan

Advertorial | Rabu, 01 Januari 2020 - 16:10 WIB

Pertamina Siapkan Investasi Lanjutan
BLOK ROKAN: Pemerintah mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero).(Dok JPG

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- PT Pertamina (Persero) dengan PT Chevron Pacific Indonesia masih terus berlangsung dalam pengelolaan Blok Rokan. Pertamina diharapkan dapat melakukan pengeboran pada 2020 mendatang.

"Transisi Rokan masih jalan. Negosiasinya masih jalan," terang Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Gedung BPH Migas, Jakarta awal pekan kemarin.

Akan tetapi, ia masih belum memberitahukan berapa nilai investasi untuk pengeboran tersebut. Nilai untuk investasi akan dipublikasikan apabila kesepakatan antara kedua belah pihak untuk pengeboran terjadi.

"Belum dapat disampaikan (nilai investasi), investasi yang dianggarkan pemerintah? Sudah disiapkan. Tergantung negosiasinya seperti apa. Dari sisi Pertamina dan Chevron sudah banyak negosiasi," tambahnya.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan bahwa dua perusahaan tersebut terus berlangsung. Kedua pihak pun dinyatakan saling terbuka satu sama lain.

"Kita sudah minta Pertamina proaktif kemudian Chevron bisa membuka pintu, sudah. Tiap minggu Chevron sudah lapor. Kemudian kita pertemukan dengan Pertamina," ungkapnya.

Percepatan akan dilakukan guna meningkatkan produksi pada saat transisi di 2021 mendatang.

Bos Pertamina Bantah Korea Tanamkan Investasi di RDMP Dumai
Sementara itu, masih soal Riau, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati membantah kabar tentang adanya investor dari Korea Selatan yang akan berinvestasi di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Dumai. Kabar tersebut bermula dari pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

"Belum tahu. Ada beberapa opsi. Kami nanti menyatakan (kepastiannya) kalau sudah ada agreement," tegasnya di Gedung BPH Migas, Jakarta kemarin.

Ia menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada kerja sama resmi terkait proyek tersebut. Maka dari itu, pihak Pertamina pun terbuka jika ada investor yang tertarik bekerja sama.

Seperti diketahui, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, terdapat kesepakatan yang terjalin antara perusahaan Korea dan Pertamina. Namun, dia tidak menyebutkan perusahaan yang dimaksud.

"Di Dumai yang tadinya dikelola Abu Dhabi tapi dilepas. Akhirnya kita dapat Korea (Selatan)," jelasnya di Jakarta, pekan lalu.

Bahkan, disebutkan bahwa nota kesepamahaman telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. "Nanti Awal Januari kami tindaklanjuti lagi. Kami pertemukan investor (Korea) itu ke Pertamina untuk membahas teknis kerja samanya gimana," katanya.(jpg/egp)

Laporan: JPG




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com