Tajuk Rencana

Teror Raja Rimba

7 Desember 2019 - 15.25 WIB


BEBERAPA hari belakangan ini, Pekanbaru dan Kampar dihebohkan dengan teror sang raja rimba yang ramai diperbincangkan. Bahkan di dunia maya, informasi tersebut merebak bak pesan berantai memberi isyarat warga agar berhati-hati di lokasi ditemukannya jejak satwa langka tersebut.  

Kondisi ini sempat menjadi momok negatif di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, si belang yang sejatinya menetap di habitatnya di hutan mulai bergeser ke areal akses transportasi masyarakat, bahkan tidak jauh dari permukiman masyarakat.

Siapa yang patut dipersalahkan terkait hal tersebut. Mengapa si raja rimba keluar dari habitatnya? Apakah imbas dari kebakaran hutan dan lahan? Atau ada faktor lainnya. Yang pasti hal tersebut sudah menjadi perhatian serius pihak terkait.

Untuk itu Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengeluarkan hasil penelitian terhadap jejak diduga harimau yang ditemukan beberapa hari lalu di wilayah Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru. Hasilnya, benar bahwa temuan jejak tersebut merupakan spesies harimau. Bukan seekor, namun tiga ekor harimau.

Informasi yang cukup mencengangkan. Di mana tiga ekor harimau itu diduga melintas di kawasan yang tidak jauh dari pusat Kota Pekanbaru. Pertanda apa ini, yang pasti harus ada solusi dan langkah konkret agar tidak terjadi konflik antara manusia dengan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Terkait temuan yang dirilis BBKSDA Riau, masyarakat khususnya di perbatasan Pekanbaru-Kampar diimbau agar berhati-hati. Terutama beberapa desa seperti Dusun 4 Tarab Mulya Desa Tarai Bangun. Perjalanan harimau tersebut diperkirakan ke arah perbatasan Rimbo Panjang-Tarai Bangun.

Hati-hati, kata yang sejatinya tidak perlu didengar untuk masyarakat yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut. Tetapi mengantisipasi berbagai kemungkinan lain, warning itu menjadi hal yang wajib untuk diperhatikan hingga beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini bukan pertama kali terjadi di Riau. Beberapa waktu lalu, seekor harimau sumatera dewasa terlihat berkeliaran di areal pipa minyak kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak. Lokasi juga berjarak 5 km dari kompleks perumahan BOB PT BSP-Pertamina Hulu yang berada di luar taman nasional.

Kemunculan harimau itu diketahui warga yang pada saat bersamaan melintas di sekitar Km 23. Warga yang kebetulan melintas mengendarai mobil tersebut langsung merekam kemunculan harimau itu. Alhasil, vidio tersebut viral tersebar di media sosial dan menjadi pekerjaan rumah BBKSDA.
Terlepas dari itu semua, harus ada yang bertanggung jawab atau paling tidak mencarikan solusi atas kondisi yang sedang hangat diperbincangkan tersebut. Jangan sampai terus berlarut-larut dan menyisakan kekhawatiran masyarakat. Semoga saja segera teratasi, semoga saja.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook