Tajuk Rencana

Prestasi Juga Penting

30 Oktober 2019 - 11.42 WIB

Bak mendapatkan durian runtuh. Peribahasa itu pantas disematkan buat timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20 pada 1979 lalu. Sebab, pada ajang yang berlangsung di Jepang tersebut, Garuda Muda (julukan Timnas U-20) sejatinya tak lolos putaran final. Pemilik tiket sebenarnya adalah Irak. Namun, Irak menolak tampil karena ajang dua tahunan itu disponsori produk minuman dari AS. Korea Utara dan Kuwait yang seharusnya menjadi pengganti, ternyata juga menolak karena alasan politis.

Jatah akhirnya milik Indonesia yang kala itu hanya tampil sebagai perempatfinalis di Piala AFC U-19 1978. Sebagai kontestan dadakan, Indonesia pun hanya dipandang sebelah mata. Prediksi itu tak meleset. Berada di Grup B bersama Argentina, Polandia dan Yugoslavia, timnas muda kita hanya menjadi lumbung gol dan lumbung poin.

Meski babak belur, kenangan dan pengalaman berharga diperoleh punggawa timnas yang bermain kala itu. Yakni, kenangan bermain menghadapi tim raksasa Argentina yang saat itu diperkuat megabintangnya, Diego Maradona. Ya, ketika bek-bek timnas Inggris belum merasakan sulitnya menghentikan Diego Maradona di Piala Dunia 1986, bintang-bintang muda timnas kala itu sudah merasakannya.

Nah, pengalaman itulah yang mungkin dirasakan skuad muda timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Seperti kenangan 40 tahun silam, timnas kali ini juga tak terlalu "berkeringat" untuk bisa mencapai putaran final Piala Dunia U-20. Sebab, Indonesia bisa tampil di iven akbar level junior itu setelah memenangi proses bidding pencalonan host Piala Dunia U-20. Jadi, proses panjang itu tidak dilalui lewat perjuangan keras di lapangan, tapi lewat persaingan lobi melawan negara-negara pelamar lainnya.

Tercatat, Indonesia harus bersaing dengan Peru, Brazil, Myanmar-Thailand, dan Bahrain-Arab Saudi-Uni Emirat Arab. Namun Myanmar-Thailand mundur dan memilih mendukung Indonesia. Lalu, tiga negara Arab lainnya juga ikut mundur.

Dan Indonesia, akhirnya terpilih. Sebuah kabar gembira sekaligus mengejutkan. Pasalnya, sebelum FIFA mengumumkan negara yang terpilih sebagai tuan rumah, sejumlah berita soal kerusuhan suporter sempat menghiasi halaman media. Bahkan, FIFA sempat menjatuhkan sanksi atas aksi rusuh yang dilakukan pendukung timnas kala menjamu Malaysia di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kini, kesempatan untuk tampil di pentas dunia sudah di depan mata. Publik tentu berharap timnas muda yang dipersiapkan untuk Piala Dunia tak sekadar pelengkap semata. Mereka harus punya mimpi untuk melampaui prestasi senior mereka 40 tahun silam. Jangan jadikan ajang ini hanya sebagai sarana untuk mencari pengalaman. Namun, dengan masa persiapan yang lumayan panjang, timnas muda diharapkan bisa bersaing dan berprestasi di level dunia.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook