Kejahatan Teknologi Informasi Mengintai

Sumatera | Senin, 16 Desember 2019 - 09:57 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

BATAM  (RIAUPOS.CO) -- Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo memprediksi jenis kejahatan di Batam akan didominasi kasus penipuan teknologi informasi di 2020. Hal ini terlihat dari banyaknya laporan yang dibuat masyarakat pada dua bulan terakhir, yang mengindikasikan mulai banyaknya kasus tersebut.

"Karena sekarang zaman teknologi modern, jadi pelaku-pelaku memanfatkannya untuk melakukan penipuan," ujar Prasetyo, Jumat (13/12).

Dia menjelaskan, dari laporan beberapa korban, penipuan itu terjadi saat bertransaksi barang. Modusnya, pelaku menawarkan barang dagangan dengan harga miring dibanding harga pasaran menggunakan media sosial atau aplikasi tertentu. "Jadi setelah uang ditransfer, barang yang diinginkan korban tidak ada," katanya.

Dengan banyaknya kasus ini, Prasetyo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak menyikapinya. "Mungkin bisa dicek lagi orang yang menjual, sehingga terhindar dari hal yang tak diinginkan," tegasnya.

Sementara itu, untuk tahun 2019, kejahatan Batam didominasi dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari catatan JPG dalam 4 bulan terakhir, polisi berhasil mengamankan puluhan motor curian dari belasan pelaku kejahatan.

Pengungkapan kasus pencurian besar terjadi di wilayah hukum Polsek Sagulung, Batuaji dan Lubukbaja. Di Polsek Sagulung, polisi berhasil meringkus sindikat pencurian kendaraan bermotor antar pulau dengan tersangka Sadam dan Asroni. Kedua tersangka sudah beraksi di 50 lokasi di Batam dan hanya butuh waktu 30 detik untuk membawa kabur motor korban. Kemudian, hasil curian tersebut dijual ke beberapa pulau di sekitar Batam, dengan harga Rp1-3 juta.

Selain itu, polisi berhasil meringkus dua pasangan pencuri kendaraan bermotor. Di antaranya, Rian bersama pasanganya, Rahel, serta Koko yang merupakan residivis kasus jambret berserta pasangannya, Yus.

Diketahui, pelaku ini melakukan pencurian setiap hari dan menggondol 5 unit motor dari berbagai wilayah seperti Batuaji, Sagulung, dan Batam Center. 

"Memang kasus (curanmor) ini salah satu yang tertinggi. Namun hal ini sudah biasa terjadi di kota lainnya juga. Jadi kami harap masyarakat lebih berhati-hati," kata Prasetyo.

Selain kasus pencurian kendaraan motor yang dilakukan orang dewasa dan resedivis, kasus ini turut dilakukan anak di bawah umur dan anak remaja. Seperti, pengungkapan kasus yang dilakukan Tim Macan Mapolresta Barelang dan Malolsek Lubukbaja. Polisi mengamankan A, AP, dan H yang masih berusia 16 tahun, serta Yudi dan Dede yang berusia 20 tahun. Para pelaku diketahui sudah putus sekolah dan kerap berkumpul di warung internet (warnet). 

 "Memang war­­net yang melebihi jam operasional kerap dijadikan tempat berkumpulnya anak muda. Jadi yang buka melebihi jam operasional sebenarnya tidak boleh dibiarkan," kata Parestyo.

Prastyo menegaskan, untuk mengantisipasi kejahatan ini, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan mengimbau kepada masyarakat dan perangkat RT/RW untuk bisa memantau warnet yang berada di wilayahnya. Terutama, yang beroperasi melebihi jam yang telah ditentukan.

"Jadi kami rutin melakukan cipkon (cipta kondisi) di seluruh wilayah, termasuk mengimbau ke perangkat RT/RW untuk memberikan informasi kepada kami," tegasnya.(jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com