JALAN ALTERNATIF MULAI DIBANGUN

Kendaraan Dialihkan ke Sungai Apit

Siak | Sabtu, 09 November 2019 - 10:55 WIB

Kendaraan Dialihkan ke Sungai Apit
JALAN ALTERNATIF: Bahan material untuk pembangunan jalan alternatif pascaamblasnya jalan nasional Tanjung Buton-Pekanbaru, Jumat (8/11/2019).(WIWIK WiRDANINGSIH/RIAU POS)

Stop Truk Cangkang Masuk Jalan Kampung
Masyarakat Kecamatan Sungai Apit tepatnya di Kampung Kayu Ara Permai secara spontan menyetop truk teronton angkutan cangkang yang muatan lagi kosong karena melewati jalan kampung.

Saat melintasi truk cangkang beriringan sebanyak 6 unit sekitar pukul 13.30 Wib menuju arah Pelabuhan Tanjung Buton untuk mengisi muatan, Jumat (8/11). Sejak pascaamblasnya jalan menuju Pelabuhan Tanjung Buton, banyak kendaraan yang melintas melalui jalan Sungai Apit , termasuk kendaraan bertonase besar.

Meskipun saat melintas jalan kampung angkutan truk kosong namun tonase mencapai 15 ton. Sedangkan sedang terisi cangkang bisa berat 50 ton. Sementara rambu-rambu lalu lintas telah melarang truk di atas 8 ton melintasi jalan kampung.

Warga yang melihat truk cangkang beriringan lewat menjadi emosi.Secara spontan beramai- ramai menyetop dan meminta untuk memutar haluan. Sebab masyarakat juga geram karena kerapkali mobil bertonase besar melintas hingga menyebabkan jalan rusak berlubang.

Warga setempat Indra mengaku kesal karena truk cangkang melintasi jalan kampung yang bukan jalan kendaraan bertonase besar.

"Mobil cangkang itu kerapkali masuk jalan kampung. Bahkan beriringan lewat, warga yang terpaksa harus mengalah agar tidak terlanggar. Kondisi jalan rusak akibat mobil tonase besar melintas," ujarnya dengan nada kesal.

Camat Wahyudi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi spontan warga menyetop truk cangkang yang saat itu melintasi Kampung Kayu Ara Permai. "Sudah ada larangan truk tonase melalui jalan kampung. Dan imbauan rambu- rambu pengalihan jalan telah di pasang di atas 8 ton kendaraan dilarang melintas," ungkap camat.

Dikatakan Wahyudi bahwa pascaamblasnya Jalan Buton, kendaraan dialihkan ke Sungai Apit khusus hanya kendaraan kecil dan bus penumpang yang akan menuju Pelabuhan Tanjung Buton.

Wahyudi mengakui lewatnya truk cangkang meski muatan kosong telah merusak ruas jalan kampung. "Tonase truk jika muatan kosong saja sampai 15 ton, apalagi jika ada di isi cangkang mencapai puluhan ton," ungkapnya.

Dia berharap agar pemilik cangkang agar melarang supirnya melintasi jalan kampung. "Silakan lewat jalan yang di tunjuk pemerintah, jangan lewat jalan kampung," katanya.

Sementara Kapolsek Sungai Apit Iptu Yudha Efiar menyampaikan truk yang di-stop warga karena melewati jalan kampung dan telah meminta untuk memutar haluan. "Tadi (kemarin, red) anggota Satlantas telah turun dan meminta agar sopir untuk berputar karena jalan yang dilalui bukan jalan truk bertonase besar," katanya.(wik)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com