Riaupos.co

Marquez Merasa Belum Aman
2018-10-11 15:00:32 WIB
 
Marquez Merasa Belum Aman
 
BURIRAM (RIAUPOS.CO) - Bayang-bayang gelar juara dunia MotoGP untuk kali kelima makin jelas untuk Marc Marquez. Kemenangannya di GP Thailand, Ahad kemarin membuatnya berpeluang besar mengunci gelar juara tahun ini di balapan berikutnya yakni GP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi pada 21 Oktober mendatang. Makin spesial karena itu adalah balapan kandang untuk Honda.


Jika sanggup melakukan hal tersebut, Marquez mengulangi raihan yang dia buat pada musim 2016. Saat itu dia juga sudah mengunci gelar juara dunia di GP Jepang. Atau saat balapan musim tersebut masih menyisakan tiga seri lagi. Lawan terdekat yang dia kalahkan saat itu adalah Valentino Rossi.


Nah, kali ini lawan yang harus dikalahkan Marquez adalah pembalap Ducati Andrea Dovizioso. Dalam klasemen pembalap sementara, Marquez sudah unggul 77 poin dari Dovizioso. Marquez kini sudah mengumpulkan 271 poin. Sementara Dovizioso di posisi kedua dengan 194 angka.


Artinya, paling aman Marquez perlu meraih podium tertinggi di GP Jepang jika ingin mengunci gelar tahun ini di sirkuit tersebut. Namun demikian, peluang Marquez menjadi juara di Jepang juga masih ada meski dia nantinya gagal menjadi juara. Syaratnya, Marquez harus finis di posisi dua, tiga, empat, atau lima dan Dovizioso finis lebih buruk dari dirinya.


Marquez juga tetap punya peluang menjadi juara dunia di Jepang dengan finish keenam atau lebih buruk. Namun, syaratnya Dovizioso harus finish lebih buruk atau hanya lebih baik satu strip dari dirinya.


Pasalnya, jika itu terjadi, Marquez hanya akan kehilangan keunggulan satu poin. Dengan tiga balapan tersisa, keunggulan 76 poin tidak akan bisa lagi terkejar oleh Dovizioso.


“Semua orang di tim ini sangat termotivasi untuk mendapatkan poin maksimal di Jepang,” ucap Marquez dilansir Motorsport Week. “Saya pun juga akan berusaha maksimal. Kami ingin membuka peluang itu,” tambah pembalap 25 tahun tersebut.


Meski demikian, menghadapi GP Jepang Marquez mengaku masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan dari motornya. Hal ini berdasarkan evaluasi atas performanya di Thailand. Marquez merasa motornya perlu peningkat dalam akselerasi maupun sistem elektronik.


Dua hal itu dia sebut sebagai alasan utama dirinya sering berada di belakang Dovizioso saat bertarung di Buriram Ahad, kemarin. “Jika kami tidak bisa meningkatkan kinerja, tidak mungkin kami menang di Motegi. Itu karena Ducati akan datang ke Motegi dengan sangat kuat,” ucap Marquez.


Dovizioso memang punya bekal lumayan apik jelang balapan di Motegi. Musim lalu pembalap asal Italia itu menjadi juara di sirkuit tersebut. Jika dia mampu mengulanginya, perebutan juara dunia tahun ini masih harus menanti seri balapan selanjutnya. Bisa di GP Australia, Malaysia, atau Valencia.(irr/jpg)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=190274&kat=9

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi