Riaupos.co

KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
2018-04-17 00:47:46 WIB
 
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


Menurut dia, sebutan untuk Anis Matta dan kawan-kawan ini macam-macam. Mulai dari Gerakan Arah Baru Ikhwan, G30S-PKS, 9 Samurai (sebutan tokoh-tokoh utama di sekitar Anis Matta), dan sebagainya.

Selain itu juga ada tindakan sistematis terhadap orang-orang di sekitar Anis Matta. Mulai dari pemecatan sebagai kader, pemberhentian sebagai pengurus, dinonaktifkan dari kegiatan pembinaan. “Sampai berbagai macam tekanan dan ancaman sanksi organisasi," kata mantan ketua Komisi I DPR itu.(jpg/aim/gwn) 

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=180566&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi