Riaupos.co

SOAL PERNYATAAN PARTAI ALLAH DAN PARTAI SETAN
Amien Rais Disebut Hanura Politikus Comberan, PAN: Ayo, kalau Mau Perang
2018-04-16 18:15:36 WIB
 
Amien Rais Disebut Hanura Politikus Comberan, PAN: Ayo, kalau Mau Perang
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Publik kembali digegerkan dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Kali ini, Amien membandingkan di Indonesia ada partai Allah dan partai setan.

Menurut Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Inas Nasrullah, dirinya kecewa dengan yang dilakukan oleh Amien Rais. Meski mengatasnamakan demokrasi, imbuhnya, tetapi tetap harus ada batasnya juga.

"Demokrasi itu bukan bebas semau gue. Tapi harus ada tanggung jawab di dalamnya," tegasnya saat dihubungi, Senin (16/4/2018).

Karena itu, diakuinya, yang disampaikan oleh Amien Rais bukan bagian dari demokrasi, melainkan hanya tingkah seorang politikus yang tidak mengerti arti demokrasi di Indonesia.

"Jadi, ini melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja," tuturnya.

Dia pun menyarankan Amien Rais sebaiknya segera pensiun dari perpolitikan di Indonesia sehingga tidak lagi membuat gaduh suasana politik di Indonesia.

"Jadi, kepada Amien Rasis segera saja pensiun dari dunia politik," tutupnya.

Adapun Partai Amanat Nasional (PAN) yang menanggapi itu tidak terima ketua dewan pembinanya, Amien Rais disebut sebagai politikus comberan oleh Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Inas Nasrullah.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan, Hanura tidak mengerti konteks ucapan yang dimaksud oleh Amien Rais. Sebab, Amien berbicara mengenai apa yang ada di dalam surat Al-Mujadilah ayat 19 sampai 22.

Di ayat itu menerangkan adanya dua golongan manusia, yaitu golongan setan.

"Kalau masalah comberan Allah yang paling tahu. Ini mungkin Hanura kurang paham dalam konteks apa arti yang dimaksud dalam Alquran," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/4/2018).Adapun ‎PAN juga siap melawan Partai Hanura dengan ucapan Amien Rais itu. Sebab, yang disampaikan oleh mantan Ketua MPR itu merupakan bagian dari ceramah kegamaan.

Berbeda dengan orang lain yang melakukan penistaan agama. Misalnya, seperti kasus politikus Partai Nasdem Viktor Laiskodat yang sampai saat ini kasusnya belum juga jelas.

"Jadi, PAN juga punya peluru juga, kalau mau bermain politik mau perang-perangan ya ayo. Ini kan konteksnya ceramah. Pahami ya," tegasnya.

"Jadi, kalau mau mancing-mancing mau marah. Kami juga bisa marah juga. Tapi kalau kemudian ada tersinggung mengatakan ini politik comberan, itu enggak paham. Ayo bertempur di 2019," sebutnya.

Dia menilai, yang disampaikan oleh Amien Rais adalah ceramah keagamaan yang merujuk pada surat Al-Mujadilah ayat 19 sampai 22. Sehingga itu tidak berbicara politik sama sekali.

"Ceramah itu tidak bisa dilarang. Kalau dibatasi saya yang pertama kali menolak," tuntasnya.

Sebelumnya, Amien Rais menyebut adanya partai Allah dan partai setan dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Amien menilai, orang-orang yang anti-Tuhan, akan otomatis bergabung dalam partai besar, yang disebutnya sebagai partai setan, sedangkan orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar yang namanya hizbullah, Partai Allah. (gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=180544&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi