Riaupos.co

Berkas Syamsurizal-Zaini Tak Diterima KPU
7 Pasang Balon Ditangani 60 Orang
2018-01-12 11:09:48 WIB
 
7 Pasang Balon Ditangani 60 Orang
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses pendaftaran bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau resmi ditutup. Selanjutnya, seluruh balon yang telah mendaftar akan mengikuti tes ke­sehatan. Ketua KPU Riau Dr H Nurhamin Spt MH mengatakan, jika tidak ada aral melintang, Jumat (12/1) ini para kontestan akan melewati serangkaian tes di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

“Sesuai dengan jadwal tes kesehatan akan dilakukan pagi hari. Mudah-mudahan berjalan lancar sampai pengumuman pada 15 Januari mendatang,” ujar Nurhamin kepada Riau Pos, Kamis (11/1). Adapun tahapan tes kesehatan yang akan dilakukan sepenuhnya diserahkan kepada tim medis yang disiapkan RSUD Arifin Achmad. Meski begitu, pihaknya telah melakukan inspeksi terlebih dahulu ke RSUD. Hasilnya segala persiapan yang dilakukan pihak RSUD berjalan dengan matang. Bahkan sambutan Direktur RSUD dr Nurzely Husnedi MARS pada saat inspeksi juga dinilai Nurhamin sangat baik. Selanjutnya tinggal bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada para calon pimpinan untuk menghadapi tes kesehatan.

“Ya, namanya calon pim­pinan kita tentu harus dipersembahkan perlakuan yang baik dan santun,” ucapnya.

Sementara Nurzely Husnedi mengatakan, pemeriksaan dilakukan sekitar 07.30 WIB. Akan tetapi karena pemeriksaan pertama, para calon diharapkan datang lebih pagi. Karena akan ada beberapa penjelasan mengenai tes yang akan diikuti.
“Kemarin kan kami sudah siapkan ruangan termasuk tim medis. Kami juga sudah siapkan alur pemeriksaan,” kata alumnus Universitas Andalas itu.

Ada sekitar tujuh pasang calon yang akan dilakukan tes kesehatan. Terdiri dari 4 pasang calon gubernur dan wakil gubernur serta 3 pasang bupati dan wakil bupati. Untuk efesiensi waktu pihaknya akan membagi tim dalam dua bagian.

“Calon gubernur dilakukan tes psikologi dan narkotika. Calon wakil akan dilakukan tes penyakit dalam. Besoknya di balik. Jadi berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada sekitar 60 orang tim yang akan be­kerja. Tim tersebut terdiri dari tim dokter, perawat hingga LO. Selanjutnya, pihaknya mengharapkan proses pemeriksaan kesehatan akan selesai tepat waktu. Sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.

Tetap Empat Pasangan Calon
Di bagian lain, kedata­ngan mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal ke KPU Riau, Rabu (10/1) malam, sempat mengejutkan banyak pihak. Selain tiba-tiba, Syamsurizal yang datang di menit akhir pendaf­taran mengaku mendapat Surat Keputusan (SK) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra untuk mendaftarkan diri ke KPU.

Padahal, beberapa jam sebe­lumnya pasangan Lukman Edy (LE)-Hardianto telah lebih dahulu mendaftar dengan partai yang sama. Bahkan penyerahan berkas pendaftaran LE-Har­dianto turut dihadiri ketua DPD masing-masing partai.“Saya sudah di rumah. Sudah mau tidur rencana. Sekitar pukul 23.30 WIB Pak Hamid telepon saya. Dia mengabarkan kalau Pak Syamsurizal bersama pasa­ngannya Pak Zaini datang mau mendaftar,” ungkap Ketua KPU Riau Dr H Nurhamin SPt MH kepada Riau Pos, Kamis (11/1).

Mendengar kabar itu, Nurhamin langsung bergegas dari rumah menuju kantor. Karena kehadiran Syamsurizal-Zaini sebelum pukul 24.00 WIB, pihaknya mencoba bermusyawarah dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Setelah tim dari Bawaslu datang barulah diputuskan untuk menggelar kegiatan. Seperti biasa, lanjut Nurhamin, proses pendaftaran dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Sekitar pukul 02.00 WIB mulai dilakukan proses pendaftaran. Saya pertanyakan maksud dan tujuan kedatangan. Karena nggak ada koordinasi ataupun konsultasi bersama kami sebe­lumnya. Termasuk komunikasi dari parpol yang mendukung,” ucap Nurhamin.

Usai mendapat penjelasan dari pihak Syamsurizal, di­rinya tidak langsung meneliti berkas pendaftaran. Karena seharusnya, pada saat pendaftaran harus ada pimpinan dari partai pendukung. Hal itu tercantum di dalam aturan PKPU Nomor 3 Pasal 390. Di mana setiap pasangan calon yang akan mendaftar harus didampingi pengurus partai tingkat provinsi. Jika tidak bisa terpenuhi, maka pasangan juga bisa didampingi oleh DPP atau pengurus pusat.“Namun Pak Syamsurizal memberikan keterangan dia tetap mau mendaftar. Karena sudah mendapat SK dari DPP. Kami lihat dokumennya tidak bisa diterima. Karena untuk dokumen itu harus asli. Seperti stempel basah dan tanda ta­ngan basah,” paparnya.

Pihaknya bersama Bawaslu kemudian mengambil kesimpulan, berkas yang diserahkan Syamsurizal-Zaini tidak bisa diterima karena masih memiliki banyak kekurangan. Meski begitu, lanjut Nurhamin, Syamsurizal tetap ingin mendaftar dengan meyakinkan KPU agar memberi batas waktu hingga siang hari. “Kami tidak beri waktu. Karena tidak setara kan dengan pasangan calon lain. Maka kami putuskan pasangan yang telah mendaftar hanya empat,” tegasnya.

Ditanya alasan pihaknya masih membuka kesempatan kepada Syamsurizal bahkan sampai dini hari, Nurhamin menyebut hal itu tidak lebih dari bentuk pelayanan KPU. Karena saat ini sudah menjadi tugas dan kewajiban KPU untuk menyambut serta menerima kedatangan pasangan calon yang ingin mendaftar.

Sementara itu Ketua DPD Gerindra Riau Nurzahedi saat dikonfirmasi Riau Pos membantah adanya SK ganda dari Gerindra. Ia mengaku sudah mengonfirmasi hal itu langsung kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya rasa Pak Prabowo tidak pernah melakukan itu. Sejak saya kenal beliau, saya yakin beliau tidak melakukan itu (memberikan SK ganda, red). Kalau soal palsu, saya tidak tahulah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kalau pun SK tersebut palsu, maka permasalahan itu bukan menjadi tanggung jawabnya. “Nggak ada urusan kami. Dia yang nanggung risiko. Kalau memang itu (SK, red) nanti terbukti palsu, akan ada sikap dari Gerindra. Ini memang belum kami rapatkan. Mungkin besok bisa kami kasih jawaban soal sikap Gerindra,” jelasnya.(ted)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=170596&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi