Riaupos.co

Pilgubri 2018
ASN Berpotensi Tak Netral
2018-01-12 10:30:47 WIB
 
ASN Berpotensi Tak Netral
 
DURI (RIAUPOS.CO) - Bupati Amril Mukminin melalui Diskominfo, Selasa (9/1) lalu, sudah mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bengkalis benar-benar bisa menjaga netralitasnya dalam Pilgubri 2018 serta dalam Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

Amaran itu memang sangat diperlukan. Apa lagi, potensi dan ketergiuran ASN untuk tergelincir dalam kegiatan dukung-mendukung pasangan calon Gubri tertentu masih saja ada.

Hal itu bukan tanpa fakta. Baru-baru ini seorang ASN di lingkungan Pemkab Bengkalis pernah tergelincir mengupload foto yang seolah-olah dan bisa dicurigai menunjukkan keberpihakannya pada pasangan Balon Gubri tertentu lewat akun media sosialnya. Untunglah dia cepat menyadari ketergelinciran yang bisa menimbulkan masalah itu.

Sesuai Surat Menpan RB Nomor 8/71/M.SM.00.00/2017 yang dikutip bupati seperti disampaikan Plt Kadis Kominfotik Johansyah Syafri, setiap ASN dilarang mengunggah, menanggapi (seperti like, komentar dan sejenisnya) atau menyebarluaskan gambar/foto bakal calon/bakal pasangan calon (balon) kepala daerah di media online maupun media sosial. Yang melanggar akan kena sanksi.

Perangkat daerah serta camat se-Kabupaten Bengkalis juga diminta bupati melaporkan akun resmi medsos mereka ke Panwaslu Kabupaten Bengkalis melalui Diskominfotik paling lambat 15 Januari 2018. Untuk tujuan itu, Plt Kadis Kominfotik Johansyah Syafri menyebut surat permintaan melaporkan akun medsos resmi itu disampaikan ke seluruh perangkat daerah dan semua camat.

Pada Kamis (11/1), lanjut Johan, Ketua Panwaslu Bengkalis, juga menyampaikan imbauan agar seluruh ASN di kabupaten ini bisa menjaga netralitasnya dalam Pilgubri 2018 serta pesta demokrasi 2019 nanti. Imbauan kepada ASN itu juga disampaikan Panwaslu secara tertulis melalui Bupati Bengkalis, kata Johansyah.(sda)







 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=170583&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi