Riaupos.co

Arief Langsung Diperiksa Dewan Etik
2017-12-07 11:01:33 WIB
 
Arief Langsung Diperiksa Dewan Etik
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PERPANJANGAN masa kerja Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat yang sudah disepakati DPR belum tentu berjalan mulus. Arief ternyata harus berurusan dengan Dewan Etik MK menyusul adanya dugaan manuver lobi-lobi di balik proses perpanjangan masa kerja itu.

Anggota Dewan Etik MK Salahuddin Wahid menyatakan, pihaknya sudah melakukan rapat internal bersama anggota lain. Hasilnya, sudah disepakati, Arief akan dipanggil untuk menjelaskan tuduhan lobi-lobi.

”Kami mengadakan rapat dan mengagendakan untuk segera berjumpa dengan Bapak Ketua MK (Arief) besok pagi (pagi ini, red). Mudah-mudahan bisa terlaksana,” ujarnya di gedung MK, Jakarta, Rabu (6/12).

Salahuddin menerangkan, meski dugaan tersebut sudah disampaikan salah seorang anggota DPR dan banyak disampaikan media, jajarannya tidak bisa langsung menelan mentah-mentah. Untuk itu, dewan etik perlu mencari penjelasan dari yang bersangkutan.

Soal sanksi apa yang bisa dijatuhkan, hal itu juga akan berkaitan dengan hasil klarifikasi dan informasi yang dikumpulkan. ”Setelah itu kami akan rapat lagi untuk menentukan langkah selanjutnya,” imbuh dia.
Gus Sholah,sapaan Salahuddin Wahid menambahkan, pembahasan di Dewan Etik tidak akan masuk pada ranah proses fit and proper test yang telah dilakukan DPR. Apakah karena proses yang cepat atau lantaran calonnya hanya satu. ”Itu wewenang DPR,” ucapnya.

Namun, jika pemeriksaan menunjukkan tuduhan tersebut benar, bukan tidak mungkin ada pengaruh terhadap hasil fit and proper test di DPR.  Kemarin Dewan Etik MK juga menerima laporan dari koalisi masyarakat sipil soal dugaan lobi-lobi yang dilakukan Arief ke DPR. Laporan masyarakat itu diharapkan bisa mendorong kerja dewan etik lebih baik dan berani.

Aktivis ICW Tama S Langkun mengatakan, dewan etik harus membedah persoalan secara tuntas. Sebab, jika benar terjadi, yang dilakukan Arief sangat mengancam independensi dan integritas hakim MK sebagai penjaga gawang konstitusi.

Adanya pengungkapan yang tuntas diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan layak atau tidaknya Arief melanjutkan tugas. Meski sudah disepakati, Tama menilai hal tersebut masih bisa dianulir. Apalagi jika ada bukti yang kuat. ”Karena belum diketok paripurna, saya menilai masih bisa diubah,” ujarnya.(far/c9/fat/das)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=168309&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi