Riaupos.co

WO Perpanjangan Masa Jabatan Ketua MK
Gerindra Tuding Ada Lobi Politik
2017-12-07 09:58:29 WIB
 
Gerindra Tuding Ada Lobi Politik
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pro-kontra muncul saat komisi III menggelar fit and proper test atas perpanjangan masa tugas hakim konstitusi yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat. Mayoritas fraksi menyatakan setuju memperpanjang masa tugas Arief hingga 2,5 tahun ke depan. Sementara itu, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memilih menolak Arief dan melakukan walkout (WO).

Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Pandjaitan menyatakan, sembilan fraksi memberikan persetujuan agar Arief kembali melanjutkan tugas sebagai hakim konstitusi. Persetujuan itu dilakukan tidak lama setelah Komisi III menuntaskan fit and proper test terhadap Arief. ’’Pakar juga setuju agar Arief diperpanjang. Kami ucapkan selamat bertugas,’’ kata Trimedya di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (6/12).

Dia menyatakan, jadwal fit and proper test terhadap Arief sebagai hakim konstitusi pilihan DPR sudah dibahas sebelumnya. Dia menepis tudingan bahwa jadwal tersebut disampaikan mendadak. Selain itu, kapasitas Arief dinilai layak untuk melanjutkan jabatannya. ’’Pertimbangan (memperpanjang) adalah jam terbang demi menjaga konstitusi,’’ ujarnya.
Sebelumnya, uji kelayakan dan kepatutan terhadap Arief diwarnai interupsi dari Fraksi Partai Gerindra. Mereka menolak komisi III melakukan fit and proper test terhadap Arief karena berbagai pertimbangan. Selain masa jabatan Arief masih ada hingga April tahun depan, perpanjangan masa jabatan tidak memerlukan fit and proper test, cukup kesepakatan di komisi.    

’’Prosedur dan mekanisme internal Komisi III ada yang tidak rapi, buru-buru. Ada yang aneh. Ada sesuatu yang hari ini kok jadi begini ya. Komisi hukum lucu-lucu. Nggak lucu,’’ sindir anggota Fraksi Gerindra Desmond J. Mahesa.

Dia juga menilai ada yang tidak pas jika fit and proper test melibatkan hanya satu calon. Seharusnya, uji kelayakan dan kepatutan melibatkan lebih dari satu calon. Dalam hal ini, Arief bisa melakukan pendaftaran ulang saat masa jabatannya habis nanti. ’’Gerindra menolak dan mengusulkan pembukaan pendaftaran calon kembali,’’ tegasnya.

Kecurigaan Desmond itu terkait dengan surat yang disampaikan Arief kepada DPR sekitar dua pekan lalu. Dalam surat tersebut, Arief meminta dilakukan fit and proper test terhadap dirinya oleh komisi III. Desmond menyebut ada upaya lobi-lobi yang dilakukan Arief terhadap fraksi-fraksi terkait dengan permohonan perpanjangan masa kerjanya itu.(bay/c5/fat/jpg)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=168307&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi