Riaupos.co

HASIL SURVEI SEJUMLAH LEMBAGA
Elektabilitas Jokowi 40 Persen, Fadli Zon: Rakyat Ingin Pemimpin Baru
2017-10-12 17:15:52 WIB
 
Elektabilitas Jokowi 40 Persen, Fadli Zon: Rakyat Ingin Pemimpin Baru
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo lebih tinggi dari Prabowo Subianto. Hal itu, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, bukanlah masalah.

Fadli menilai, wajar saja hal itu terjadi lantaran Jokowi setiap hari seperti kampanye dengan meresmikan proyek-proyek pemerintah dan lainnya.

“Ya wajarlah, kan setiap hari Pak Jokowi seperti kampanye meresmikan ini, itu. Ya wajar,” ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Akan tetapi, sambungnya, yang menjadi masalah ialah saat Jokowi sudah berkuasa dan memiliki panggung, elektabilitasnya tidak lebih dari 40 persen. Menurutnya, hal itu menunjukkan sebagian besar  atau 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru.

“Kalau petahana di bawah 40 persen elektabilitasnya berarti lebih dari 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pintar-pintar amat melihat logika itu,”  tuturnya.

Wakil ketua DPR itu juga mengaku heran terhadap survei yang menempatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah masih tinggi. Padahal, banyak fakta menyatakan bahwa daya beli masyarakat turun.

“Ya kita harus melihat pertanyaan survei seperti apa. Jangan-jangan salah survei begitu loh,” jelasnya. Diakuinya, dirinya sudah turun ke lapangan dan melihat kondisi kehidupan masyarakag kelas menengah ke bawah maupun atas. Kata Fadli, masyarakat merasakan perekonomian yang merosot saat ini.

“Bukan meroket kemudian terjadi pelambatan atau stagnan. Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya,” terangnya.

Fadli menilai, bisa jadi memang ada shifting atau perpindahan pola konsumsi dari konvensional ke online. Akan tetapi, imbuhnya, jumlahnya terlalu kecil. Yang jelas, kata dia, ekonomi sekarang sudah mengarah pada kondisi stagnan. Kemampuan membeli melemah, kesenjangan semakin meningkat.

“Hanya sedikit orang yang menikmati kue pembangunan. Ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah,” tuntasnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=164127&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi