Riaupos.co

PASCAPEMBUBARAN HTI
Tunggu Waktunya, Pemerintah Segera Bubarkan Lima Ormas Lagi
2017-08-13 00:30:00 WIB
 
Tunggu Waktunya, Pemerintah Segera Bubarkan Lima Ormas Lagi
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebanyak lima organisasi masyarakat yang ditengarai anti-Pancasila dan anarkistis mulai menjadi bidikan pemerintah pascapembubaran HTI.

Adapun saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah bersiap-siap mengeksekusi sejumlah ormas yang berada di sejumlah daerah tersebut.

“Kemendagri menerima laporan daerah ada ormas-ormas kecil tapi cukup punya nama. Nah, hasil analisa Kemendagri ini kami serahkan ke Kejaksaan, Kepolisian, Kemenkopolhukam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan daerah. Ini penting, karena kami memutuskan ormas ini layak dibubarkan atau tidak harus memiliki bukti kuat seperti HTI,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di sela-sela diskusi publik Dinamika Politik dan UU Pemilu di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Sebelum membubarkan HTI, terangnya, pihaknya sudah 10 tahun meneliti dan mengumpulkan bukti-buktinya. Untuk lima ormas, Kemendagri meneliti dua tahun belakangan sehingga datanya masih kurang.

"Kami harus melakukan klarifikasi apa ada data lain, apa ada fotonya, ada videonya. Jadi, sabarlah, tunggu waktunya," tuturnya.

Dia memastikan, pembubaran lima ormas itu tidak dalam waktu dekat. Meski begitu, sudah dicermati akan hal tersebut. Ormas yang dibubarkan tidak terbatas ormas agama.

Sebab, ormas umum, sosial, radikal pun tetap bisa dibubarkan. Sementara itu, terkait penyebaran ormas kecil yang bakal dibubarkan itu, kata Tjahjo, ada di daerah-daerah. Sayangnya, dia enggan menyebutkannya.

"Mengapa mereka diselidiki karena ideologinya antiPancasila, ada juga yang anarkistis. Kalau ganggu ketertiban kan bisa langsung ditangani Kepolisian, tunggu saja tanggal mainnya," jelasnya.

Terkait apakah FPI termasuk dalam lima ormas tersebut, dia enggan menjawabnya.

"Tunggu tanggal mainnya saja. Itu ormas kecil kok tapi punya nama," tandasnya.(esy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=159120&kat=8

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi