Riaupos.co

Rekonstruksi Perampokan dan Pembunuhan Sopir Go-Car
Ayah Ardhi Tuntut Hukuman Mati
2018-02-13 12:19:02 WIB
 
Ayah Ardhi Tuntut Hukuman Mati
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jalan HR Soebrantas, Tampan mendadak ramai, Senin (12/2). Tepatnya di depan karaoke Koro Koro. Saat itu sedang berlangsung rekonstruksi pembunuhan yang digelar Polresta Pekanbaru. Korban merupakan sopir Go-Car bernama Ardhi Nuraswan (23) yang terbunuh 22 Oktober 2017.

Empat tersangka dengan baju tahanan warga oranye dihadirkan. Masing-masing Victor (20), Maringan (20), Lian (20), dan Fiji (20). Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Is dan Firman (20) masih buron. Peran Is dan FM digantikan oleh anggota kepolisian.

Adegan di depan tempat karaoke ini merupakan adegan ke-11 sampai 15. Sedangkan adegan pertama rekonstruksi dilakukan di rumah kos tersangka yang memang tinggal bersama. Yaitu di Jalan Tri Tunggal, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan.

Di rumah kos inilah para tersangka membuat perencanaan perampokan mobil taksi online. Termasuk rencana pembunuhan sang sopir. Mereka juga membagi tugas masing-masing.

Victor sebagai pemesan Go-Car dan menjerat leher korban. Maringan bertugas menutup mulut korban. Lian bertugas memegang kaki korban. Fiji bertugas membawa mobil korban setelah pembunuhan. Firman bertugas memegang tangan korban dan Is bertugas memukil perut korban hingga tewas.

Rekonstruksi memasuki adegan berikutnya yaitu di depan salah satu tempat karaoke di Jalan HR Soebrantas. Di sini, keenam tersangka memesan Go-Car melalui aplikasi online. Datang Go-Car pertama. Namun karena kondisi mobil tidak muat dimasuki keenam tersangka, mereka meng-cancel pemesanan. Di adegan ke-12, 13, 14, para tersangka kembali memesan Go -Car. Tapi kemudian meng-cancel kembali. Ada empat mobil yang mereka cancel dengan alasan yang sama.

Hingga adegan ke-15, keenam tersangka kembali memesan Go-Car dan tidak lama berselang korban Ardhi Nuraswan datang. Korban menanyakan, “yang mesan go car, Bang?” Para tersangka menjawab, ‘‘iya’’. Korban langsung merapikan mobil. Dan setelah disepakati, mereka naik ke dalam mobil menuju pool PO Medan Jaya di Jalan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki.

Di pool PO Medan Jaya, dilakukan adegan ke-20, 21 dan 22. Para tersangka menyuruh korban menanyakan kapan bus terakhir masuk. Karena tidak ada lagi bus yang masuk, keenam tersangka minta dibawa ke simpang Jalan Siak II. Mereka berhenti di kedai untuk membeli rokok.

Para tersangka kemudian meminta korban kembali membawa mereka ke tempat karaoke tadi. Mereka janjikan membayar dua kali lipat.


Dalam perjalanan di Jalan Soekarno Hatta, para tersangka meminta korban untuk berhenti di depan SD Darma Yudha. Di sini keenam tersangka menjalani adegan ke-23 hingga adegan 29. Adegan eksekusi pembunuhan.

Dimulai dari tersangka Victor yang duduk di belakang sopir menjerat leher korban dengan tali rafia. Tali sempat putus. Victor kemudian mencekik leher korban menggunakan tangan dan menarik ke belakang. Sesuai dengan yang mereka rencanakan di tempat kos, masing-masing tersangka mulai menjalani tugas mereka. Hingga akhirnya Ardhi tewas.

Rekonstruksi kemarin hanya sampai Ardhi tewas. Polresta berencana akan melanjutkan rekonstruksi di Siak, tempat di mana mayat Ardhi dibuang.

Victor yang ditanyai Riau Pos di sela-sela rekonstruksi mengatakan motif mereka melakukan pembunuhan terhadap korban karena ingin menguasai mobil milik korban. “Untuk mengambil mobilnya saja,” katanya  dengan kepala terus menunduk.

Sementara itu, Ashari, ayah korban yang mengikuti jalannya proses rekontruksi dari awal tak kuasa menahan air mata. Ia meminta  agar para pelaku diberi hukuman mati sesuai dengan apa yang telah dilakukan terhadap anaknya.

“Dihukum mati sesuai dengan perbuatannya. Tidak ada kata lain,” katanya penuh emosi dan menangis.

Sedangkan Kapolresta Pekanbaru Kombespol Susanto saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Bimo Ariyanto mengatakan, rekonstruksi terhadap kasus perampokan dan pembunuhan Ardhi merupakan rekonstruksi tahap pertama.

Selanjutnya, rekonstruksi akan kembali digelar Selasa (13/2) di tempat kejadian perkara kedua yaitu tempat penemuan jenazah korban di Kandis, Kabupaten Siak.

“Hari ini (kemarin, red) kami rekon dengan empat tersangka karena dua tersangka lainnya masih DPO (daftar pencarian orang) tahap pertama ini menjalani 29 adegan dan dilanjutkan besok (hari ini, red) di TKP kedua di Kandis, Siak,” ujarnya.

Dijelaskan Bimo, aksi perampokan dan pembunuhan tersebut merupakan aksi yang sengaja direncanakan oleh keenam tersangka. “Aksi ini memang sudah direncanakan karena ada tali yang sudah disiapkan. Juga pemesanan Go-Car dengan menggunakan akun palsu. Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” sebutnya.(*1/yls)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=172998&kat=6

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi