Riaupos.co

PLN AKAN LAKUKAN POLING
Kalau Masyarakat Tak Setuju, Rencana Penyederhanaan Golongan Listrik Batal
2017-11-15 00:03:12 WIB
 
Kalau Masyarakat Tak Setuju, Rencana Penyederhanaan Golongan Listrik Batal
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah memastikan rencana penerapan kebijakan penyederhanaan golongan daya listrik akan mempertimbangan berbagai aspek secara matang sebelum diputuskan. Apalagi, kebijakan tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjanjikan akan melakukan polling kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengetahui respons masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Bila nantinya hasil poling menunjukkan respons negatif, maka kebijakan tersebut tidak akan dilanjutkan.

"Kalau masyarakat ini tidak setuju, tentunya kebijakan ini juga tidak perlu dijalankan. Tapi di luar itu kami kan juga akan menjelaskan apa manfaatnya untuk masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) ESDM, Dadan Kusdiana, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Lanjutnya, pemerintah berencana untuk melakukan sosialisasi dari kebijakan tersebut. Sebab, pihaknya menganggap jika sebagian masyarakat masih belum banyak memahami pemanfaatan dari penyederhanaan golongan listrik.

"Kebijakan itu kalau tidak dibutuhkan di masyarakat ya untuk apa, tapi kan ini bukan di situ intinya, mungkin intinya masyarakat hanya belum pahami saja," tuturnya.

"Kami memahaminya kebijakan ini masih belum dipahami dengan baik. Jadi kita akan menjelaskan terus, PLN juga tadi rapat dengan Pak Menteri akan melakukan sosialisasi yang meluas, untuk memastikan bahwa apakah manfaatnya kepada masyarakat, tidak ada perubahan tarif listrik, dan masyarakat mendapatkan keleluasaan untuk menggunakan listrik sesuai kebutuhan," tambahnya.

Di samping itu, pihaknya juga memastikan bahwa pemerintah tidak memiliki niat buruk dari penyederhanaan golongan listrik. Dia mengklaim jika kebijakan itu murni untuk memberi kebebasan pelanggan dalam mengoptimalkan daya yang besar.

"Kan yang selama ini dipahami ada kekhawatiran bahwa ini upaya terselubung untuk menaikkan listrik, misalkan. Enggak ada sama sekali untuk hal tersebut. Masyarakat membayar listrik sesuai yang dipergunakan, dengan tarif yang sekarang. Per kWh-nya sama, sekarang kan Rp 1.352 per kWh untuk 900 VA, Rp 1 467,28 per kWh untuk 1.300 VA," tutupnya.

Sebelumnya penyederhanaan golongan daya listrik kepada pelanggan golongan 900 VA nonsubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 5.500 VA.

Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.(cr4/ce1/jpg)





 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=166570&kat=5

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi