Riaupos.co

Mal Perlu Inovasi dan E-Commerce
2017-11-14 10:34:25 WIB
 
Mal Perlu Inovasi dan E-Commerce
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tengah pesatnya perkembangan bisnis online dan bisnis offline seperti ritel dan mal mulai ditinggalkan masyarakat.

 Namun, di Provinsi Riau pengaruh bisnis online belum terlalu berpengaruh signifikan terhadadap ritel, bisnis offline maupun pusat perbelanjaan seperti mal.

Sebab mal di Pekanbaru masih tetap ramai dikunjungi masyarakat Riau hingga Sumatera Barat (Sumbar). Karena mal menjadi tempat wisata bagi masyarakat dalam segi belanja.

Informasi tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Riau Megawati melalui Ketua Bidang Promosi APPBI Riau Riza Budi kepada Riau Pos.

Riza juga menyebutkan, perkembangan dan pesatnya kemajuan teknologi maupun bisnis online tidak bisa ditinggalkan.

“Memang diakui saat ini bisnis belanja online lagi marak dan itu tentunya tidak bisa dibendung karena persoalan teknologi. Namun sejauh ini kondisi tersebut belum banyak mempengaruhi sistem belanja toko secara offline di mal. Sebab mindset masyarakat Riau belum puas dalam berbelanja toko offline dan mengecek barangnya secara langsung,” kata Riza.
Lanjutnya, toko-toko offline memang buruh inovasi agar tidak ditinggalkan pengunjungnya.Misalnya di samping adanya toko offline juga ada e-commerce agar masyarakat bisa melihat barang langsung.

“Untuk mengantisipasi persaingan bisnis belanja di mal dengan sistem online, kini setiap penyewa toko di mal juga mempersiapkan belanja sistem online juga. Ini sebagai bentuk antisipasi mereka dalam menghadapi teknologi terkini,” kata Riza.

Mal Pekanbaru, yang berada di ruas Jalan Sudirman, masih tetap ramai dikunjungi masyarakat. Mal yang berada di jantung Kota Pekanbaru ini belum banyak terpengaruh oleh sistem belanja online.

Menurut Riza, masih ramainya masyarakat mengunjungi mal karena di Riau pusat mal hanya ada di Pekanbaru. Sejumlah kabupaten dan kota belum tersedia mal. Kondisi tidak adanya mal di sejumlah kabupaten dan kota di Riau membuat masyarakat masih ramai berkunjung ke mal.

“Kalaupun ada mal di luar Pekanbaru, hanya ada di Kota Duri. Itu pun tidak sebesar di Pekanbaru,” kata Riza.

Mal yang ada di Pekanbaru, kata Riza, saat hari libur malah semakin ramai. Ini karena banyaknya kunjungan dari masyarakat dari luar Pekanbaru.“Malah belakangan ini, tidak hanya warga asal kabupaten di Riau saja. Tapi masyarakat asal Sumatera Barat ramai berkunjung ke mal di Pekanbaru. Ini dimungkinkan karena jumlah mal di Pekanbaru masih lebih banyak dibanding di Padang,” kata Riza.

Dengan masih tingginya animo masyarakat untuk berkunjung ke mal, lanjut Riza, itu tetap memungkinkan adanya penambahan mal baru lagi.

“Tentunya konsep yang disajikan tidak sama dengan mal yang sudah ada. Saya kira, masih memungkinkan adanya penambahan mal di Pekanbaru ini. Karena mal tidak sekadar untuk belanja semata, tapi di Riau ini mal dijadikan tempat wisata juga,” kata Riza.

Saat ini ada 11 mal terbesar yang tengah meramaikan Provinsi Riau seperti  Mal Pekanbaru, ada Plaza Citra Jalan Pepaya dan Senapelan Plaza Jalan Sudirman. Selanjutnya Mal Ciputra dan Sadira Plaza, yang sama-sama berada di Jalan Riau. Selanjutnya Mal SKA dan Mal Transmart yang berada di Jl Soekarno-Hatta.(kom)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=166546&kat=5

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi