Riaupos.co

Ketika Mesin Tank Kerang Masuk di Pasir Limau Kapas Pendapatan Nelayan Menurun Dratis
2017-03-20 11:19:41 WIB
 
Ketika Mesin Tank Kerang Masuk di Pasir Limau Kapas Pendapatan Nelayan Menurun Dratis
 
PASIR LIMAU KAPAS (RIAUPOS.CO) - MENJELANG sore langkah kaki Komeng (40) yang baru pulang dari mencari kerang bulu di muka Telaga, perairan Kecamatan Pasir Limau Kapas sedikit kelelahan. Kerang bulu sebanyak setengah goni yang dipikulnya langsung dijatuhkan ke bawah setelah berada di teras rumahnya.

‘’Ini hasil kita mengambil kerang hari ini,’’ kata Komeng sambil membuka tali yang mengingkat goni yang berwarna putih itu.

Setelah didapat keranjang penampung, isi di dalam goni langsung dicurahkanya. Kerang bulu tersebut masih terlihat segar-segar yang masih terbuka. Butiran pasir putih terlihat masih menempel di kulit kerang bulu hasil tangkapan.

‘’Hasil mengumpulkan kerang yang kita lakukan sejak tiga hari belakangan ini menurun dratis,’’  ujar warga Teluk Pulai.

Semula lanjut Komeng, hasil mengambil dan menjual kerang dirinya bersama temannya bisa mengantongi penghasil antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu perhari.
‘’Kalau sekarang sudah tidak bisa segitu lagi,’’ terang Komeng membandingkan.

Karena tambah Komeng, hasil mengumpulkan kerang yang dilakukannya secara manual sudah menurun dratis. Terjadinya penurunan tersebut sejak munculnya kegiatan pengumpulan kerang menggunakan mesin yang kerap sebut tank oleh nelayan luar Rohil secara ilegal.

Kapal yang mengoperasikan tank itu lanjut Komeng, jumlahnya tak tanggung-tanggung. Yakni bisa mencapai sembilan kapal yang beroperasi secara bersamaan. ‘’Umumnya, mesin tank yang ditarik oleh dua kapal itu beroperasi di malam hari,’’ ucap Komeng.

Lamanya tank beroperasi di wilayah perairan Kecamatan Pasirlimau Kapas ini, mencapai antara 3 jam sampai 4 jam. ‘’Hasilnya, satu kapal itu bisa mendapatkan 400 goni kerang bulu. Satu goni beratnya sebanyak 50 kilogram,’’ ujar Komeng.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Komeng, jumlah kerang semakin cepat terkuras habis. Gilirannya, hasil kerang bulu yang dikumpulkan nelayan secara tradisional mengalami penurunan dratis.

Kepala Cabang Dinas Perikanan Kecamatan Pasirlimau Kapas, Deni Arif yang ditemui Riau Pos kemarin di Panipahan tidak menafikan adanya kegiatan ilegal fishing berupa beroperasi mesin tank pengumpul kerang tersebut.

Langkah yang segera diambil, lanjut Deni, yakni menginformasikan ke dinas perikanan guna dapat diteruskan ke provinsi.  ‘’Berdasarkan ketentuan yang baru, kita tidak punya kewenangan soal itu. Jadi, kita sampaikan ke dinas untuk diteruskan ke provinsi,’’ ujar Deni.(ksm)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=145739&kat=5

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi