Riaupos.co

Warga Resah Beberapa Jalan Rawan Begal
2018-01-08 10:34:45 WIB
 
Warga Resah Beberapa Jalan Rawan Begal
 
Pak Polisi, apa bisa menjamin Pekanbaru bebas begal? Saya minta tolong Pak. Kalau saya naik ojek dari Kubang selalu gak dijemput. Kalaupun dijemput, selalu lama nunggu. Banyak yang bilang Jalan Kubang masih angker. Kawan lain juga cerita jangan lewat Jalan Air Hitam karena bahaya. Gimana ni Pak. Apa patroli polisi gak sampai kesana. Mohon segera dicarikan solusi Pak.

WA: +6285365925XXX

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjawab keresahan masyarakat perihal begal ataupun lokasi yang diduga rawan begal, Kapolresta Kombes Pol Susanto melalui Kasubag Humas Polresta Iptu Polius Hendriawan menjawab agar masyarakat jangan resah.

“Perihal lokasi yang dianggap rawan masyarakat jangan takut, baik itu lokasi seputaran Air Hitam ataupun Kubang Raya. Karena pihak kepolisian selalu melaksanakan patroli rutin di segala daerah yang ada di Pekanbaru, “ jawab Polius pada Riau Pos.

Kabar sebelumnya Polresta mengimbau masyarakat agar tidak resah perihal informasi kasus begal yang beredar di masyarakat. Itu disampaikan Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto pada awak media.
Bimo mengatakan masyarakat jangan mudah percaya dengan info yang beredar di Sosial Media (Sosmed)  perihal kasus begal.

“Masyarakat jangan mudah percaya perihal ada kasus begal yang menewaskan korbannya. Saya sebagai Kasat Resrim memastikan itu, tidak pernah ada begal di Pekanbaru yang menghilangkan nyawa orang lain, “yakin Bimo kepada awak media.

Seperti yang diketahui kata Bimo,  sempat beredar di Sosmed perihal ada korban yang tangannya putus,  ataupun beberapa tewas akibat tindak kriminal begal. Ia juga tidak menampik begal juga terjadi di area Pekanbaru,  tetapi tidak sampai menghilangkan nyawa orang lain.

“Begal pernah ada,  dan sudah kami tangani seperti yang terjadi di daerah Kubang raya. Itu pelakunya sudah diamankan, “katanya.

Bukan berarti begal yang tidak menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, bukan menjadi atensi bagi Polresta. Kata Bimo, bentuk dari atensi Polres terhadap kasus begal adalah Tim Sabhara melakukan patroli siang dan malam di lokasi berpotensi terjadinya tindak kejahatan.Dia juga tidak menampik kasus Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) meningkat tiap tahunnya. “Iya kalau tindak pidana curas memang naik turun tiap tahunnya. Ya kebanyakan memang tindak kejahatan diantara C3 Curas, Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan Pencurian Kenderaan Bermotor (Curanmor) masih didominasi curas atau jambret. Ya itukan juga terkait dengan pengaruh kondisi ekonomi masyarakat juga, “jawabnya.

Lalu saat menanggapi maraknya masyarakat yang melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap terduga pelaku kejahatan yang terjadi baru baru ini. Bimo menjelaskan itu merupakan bentuk dari keresahan masyarakat dari info yang beredar di sosmed yang beritanya tidak jelas.

“Itu karena masyarakat melihat berita hoax. Maka mereka menjadi paranoid,” jelasnya. Lalu kata Bimo,  pelaku persekusi atau main hakim sendiri bisa dikenakan tindak pidana. ‘’Maka jika terjadi kejadian,  sebaiknya melapor ke pos polisi terdekat,’’  ajak Bimo.

Menjawab apakah tindakan persekusi adalah bentuk hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja polisi, Bimo membantah. “Saya rasa bukan, memang masyarakat ini sudah terpancing duluan dengan info yang tidak benar di sosmed yang membuat mereka menjadi paranoid,” jawabnya.(cr1)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=170255&kat=46

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi