Riaupos.co

SMPN 26 Pekanbaru Bantah Ada Pungutan
2017-11-14 10:45:08 WIB
 
SMPN 26 Pekanbaru Bantah Ada Pungutan
 
Assalamualaikum Pak, kata adik saya yang sekolah di SMPN 26 Pekanbaru Jalan Kenanga, Kepala Sekolah menyuruh mengumpulkan uang Rp50 ribu per siswa untuk biaya peresmian gedung baru, karena gubernur atau wali kota akan datang untuk peresmian.

Padahal lokal itu sudah digunakan. Kalau memang belum diresmikan kenapa harus digunakan. Karena siswa masih banyak kalangan biasa atau orangtuanya berpenghasilan tak seberapa  Kepala sekolah berkata bila tidak mampu disuruh berhadapan dengan kepala sekolah. Tapi diubah lagi malah menghadap pada guru “killer”.

Jadi mohon pihak berwajib tolong ditindaklanjuti dengan tegas sesuai peraturan yang isinya telah ditiadakan pungli.

WA+6282384547XXX

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Terkait dengan adanya tindakan Kepala SMPN 26 Pekanbaru Jalan Kenanga yang menyuruh mengumpulkan uang senilai Rp50 ribu per siswa untuk biaya peresmian gedung baru karena gubernur atau wali kota akan datang untuk peresmian mendapatkan perhatian serius bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dibantah langsung oleh Kepala SMPN 26 Pekanbaru.

Seperti halnya yang diungkapkan Dra Hj Asmarita Nasir MA Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 26 Pekanbaru, ia membantah adanya uang pungutan kepada setiap siswa di sekolah yang ia bina tersebut.Ia juga mengatakan, untuk melakukan pembayaran itu pihaknya tidak ada melakukan paksaan kepada seluruh siswa di sekolah tersebut. “Sebelumnya kami rapat dengan 10 orang RW, Komite Wali murid yang ada di Kecamatan Tenayan Raya ini,” Kata Asmarita.

Sementara itu terkait pembayaran, ia juga tidak pernah mewajibkan kepada seluruh siswa apalagi yang kurang mampu. “Jadi dengan adanya pungutan ini tidak benar sama sekali,” jelasnya.

Ia juga sangat menyayangkan adanya ungkapan wali murid isu paksaan tersebut. Padahal semenjak ia membina dan memimpin sekolah tersebut perubahan sudah banyak terjadi. “Kami sebelumnya juga mengatakan jika orang tua murid nggak sanggup laporkan ke sekolah dan itu tidak dipaksakan,” jelasnya lagi.(man)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=166551&kat=46

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi