Riaupos.co

E-Warung, BRI hanya Penyedia Alat Transaksi
2017-10-12 10:43:18 WIB
 
E-Warung, BRI hanya Penyedia Alat Transaksi
 
Saya selaku masyarakat yang kurang mampu merasa berterimakasih dengan pemberlakuan kartu e-warung. Tapi kami sedikit kecewa dengan sistem ini. Saat kami diminta untuk mengambil beras di warung yang sudah ditentukan, justru kartu yang kami punya belum diisi uangnya sama pihak bank. Bagaimana ini Pak?

WA: 08526585287

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pasca diluncurkan 2016, Kementerian Sosial membentuk program e-Warung KUBE KMIS. Dalam program tersebut, Kemensos menggandeng BRI dalam menyediakan alat transaksi berupa kartu debit BRI Masyarakat Indonesia Sejahtera (MIS).

Namun sejumlah masyarakat mengeluhkan dan kecewa dengan sistem e-warung yang diterapkan Kementerian Sosial. Sebab ketika masyarakat kurang mampu ingin mengambil beras di e-warung yang sudah ditentukan justru saldo dikartu debit yang mereka belum diisi sama pihak bank.

Dalam keluhan warga tersebut Erizal selaku Pimpinan Wilayah (Pinwil) BRI Pekanbaru mengungkapkan dalam pengisian saldo tersebut dilakukan oleh pihak Kementerian Sosial. Pihaknya hanya menyediakan alat transaksi saja kepada masyarakat.

‘’Untuk pengisian saldo sendiri bukan dari kita. Kami  hanya sebagai alat transaksi kepada masyarakat. Untuk saldo e-vocher melalui e-warung langsung dari pihak Kementerian Sosial sebagai penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai pengganti raskin,’’ kata Erizal selaku Pimpinan Wilayah (Pinwil) BRI Pekanbaru kepada Riau Pos.
Lanjutnya e-voucher yang disediakan Kementerian Sosial berisi saldo Rp110 ribu per bulannya. Dana tersebut dapat dipakai keluarga penerima manfaat (KPM) untuk membeli beras dan gula pasir di e-warung atau RPK Bulog. ‘’Biasanya dana yang disediakan Kemensos Rp110 ribu. Jika terjadi keterlambatan itu dipihak kementeriannya dan kami hanya menyediakan alat saja,’’ ujarnya.

Saat ini, kata Erizal ada 11 e-warung di Kota Pekanbaru yang dimanfaatkan pihak Kementerian Sosial. ‘’Masyarakat bisa menukarkan di 11 e-warung yang telah bekerja sama dengan BRI,’’katanya.

Sekadar informasi, pembagian e-voucher pengganti raskin wilayah Pekanbaru belum merata. Padahal program e-voucher ini sudah dimulai sejak awal 2017 lalu.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dissos), dari 20.517 kepala keluarga baru 10 ribu yang telah menerima kartu. Hal ini dikarenakan belum meratanya pembagian e-voucher tersebut dikarenakan pencetakan tidak dilaksanakan sekaligus. Untuk e-voucher disediakan Kementerian Sosial dengan saldo Rp110 ribu. Pemilik e-voucher dapat berbelanja kebutuhan di e-warung yang sudah ditunjuk atau rumah pangan kita (RPK) yang merupakan rekanan dari Bulog. Jadi ini juga bentuk edukasi ke masyarakat mengenai transaksi non tunai. Karena selama ini harus cash.

Sementara ini pemilik e-voucher pengganti raskin hanya bisa membeli beras dan gula pasir yang dipasok langsung oleh Bulog. Ke depan akan ditambah dengan minyak goreng dan tepung.(tya)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=164102&kat=46

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi