Riaupos.co

Bupati Irwan Raih Baznas Award 2018
2018-09-10 14:57:56 WIB
 
Bupati Irwan Raih  Baznas Award 2018
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi menjadi salah satu kepala daerah yang meraih Baznas Award 2018. Award ini untuk kategori kepala daerah atas dukungan yang besar terhadap kebangkitan zakat di daerah tersebut. 

Award diserahkan Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI H Muhammad Nur Kholis Setiawan. Didampingi Ketua Baznas Pusat Prof KH Bambang Sudibyo di Aula HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Jumat malam (7/9).

Penyerahan penghargaan juga dihadiri sekjen Kementerian Pendidikan dan Budaya RI, Staf Ahli Hukum Politik Menpan-RB, Perwakilan Kementerian Sosial RI, Duta Besar Palestina, Sekjen Bimas Kemenag Islam Drs Tarmizi Tohor. 

Selain Bupati Irwan, penghargaan juga diberikan kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar dan Bupati Enrekang. Untuk kategori pemerintah kota diberikan kepada Kota Bekasi dan Kota Makassar. Sedangkan kategori provinsi diserahkan kepada Provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Barat dan Banten.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Meranti Drs Bambang Supriyanto mengungkapkan, Baznas Award yang diraih Bupati Irwan tidak terlepas dari komitmennya dalam meningkatkan penerimaan zakat di Kepulauan Meranti yang dikelola Baznas. Dukungan ini diwujudkan melalui regulasi dan dana hibah APBD kepada Baznas Kepulauan Meranti. Sehingga ini menjadi indikator penilaian Baznas Pusat yang mengantarkan Bupati Irwan meraih Baznas Award 2018.

Dikatakannya, sejak 2015 lalu Bupati Irwan secara konsisten memberikan dukungan pendanaan kepada Baznas melalui APBD sebesar Rp6,3 miliar. Bantuan diberikan dalam bentuk hibah pengadaan 5 unit ambulans laut (speedboat) dan 1 unit ambulans darat (mobil ambulans). 

Fasilitas itu dapat dimanfaatkan sebagai transportasi laut bagi masyarakat yang sakit menuju Pekanbaru dan Tanjung Balai Karimun. Selain untuk operasional transportasi laut, dana zakat yang dihimpun Baznas Meranti juga didistribusikan untuk membantu masyarakat miskin dan pendidikan siswa berprestasi kurang mampu.

“Sejak 2015 hingga saat ini Bupati Irwan secara konsisten dan tanpa henti memberikan dukungan pendanaan dari APBD kepada Baznas Meranti. Jumlahnya sebesar Rp6,3 miliar per tahun melalui dana hibah,” jelas Bambang didampingi Kepala BKD Meranti Alizar SSos, Kabag Kesra Sekdakab Kepulauan Meranti Drs Husni Gamal, Kabid Kepegawaian BKD Kepulauan Meranti Said Sholahudin yang turut serta dalam acara tersebut.

Selain dana hibah, sebut Bambang, Bupati Irwan juga mendorong penerimaan zakat melalui kebijakan regulasi dengan menerbitkan Perda Zakat yang diperuntukan bagi masyarakat. Serta menerbitkan Peraturan Bupati tentang pemotongan zakat penghasilan bagi seluruh aparatur pemerintah daerah. Apa yang dilakukan Bupati Irwan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Baznas Pusat Bambang Sudibyo. Mantan pejabat Kementerian Keuangan RI itu menegaskan jika pemberian Baznas Award berdasarkan dari penilaian Baznas Pusat sesuai indeks skala nasional dan bersifat independen.

“Kami berharap hal ini dapat mendorong kebangkitan zakat secara nasional,” ujar Bambang Sudibyo.

Dari data yang disampaikan Bambang, jumlah zakat yang berhasil dihimpun Baznas Pusat Tahun 2017 lalu mencapai sebesar Rp6 triliun lebih. Se­hingga tahun 2019 mendatang Baznas Pusat menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp8 triliun. Untuk mengejar target penerimaan zakat sebesar Rp8 triliun, menurut Bambang bukan perkara mudah. Sehingga diwacanakan ke depan zakat dapat dikelola seperti halnya pajak yang sifatnya wajib bagi seluruh umat Islam. Seperti yang dilaksanakan di zaman Rasulullah SAW. Untuk itu dia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam mendorong pengumpulan zakat, pendistribusian zakat hingga pendayagunaannya sehingga kinerja kebangkitan zakat dapat ditingkatkan.

Hal senada dikatakan Plt Sekjen Kemenag HM Nur Kholis Setiawan, menurutnya kebangkitan zakat dapat dilakukan melalui dukungan regulasi oleh pemerintah daerah yang juga harus didukung oleh kesadaran masyarakat. Dengan begitu penerimaan zakat dapat ditingkatkan. Pada kesempatan itu Nur Kholis juga mengingatkan, Baznas sebagai pengelola penerimaan zakat dapat bekerja secara profesional dengan manajemen yang baik. Mulai dalam hal pengumpulan zakat hingga pendistribusian.

Sementara itu, selain diserahkan kepada kepala daerah provinsi, kabupaten/kota, Baznas Award 2018 juga diserahkan pada Baznas dan Laznas terbaik tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Serta Special Award juga diberikan kepada pihak perusahaan dan instansi mendukung kebangkitan zakat, serta ustaz yang mendukung kebangkitan zakat melalui ceramah yang disampaikan. Untuk kategori ustaz diberikan kepada Ustaz Abdul Somad Lc MA dari Riau.(luk/adv)

“Baznas sebagai ujung tombak pengelola penerimaan zakat hendaknya dapat mendistribusikan zakat kepada orang yang berhak tanpa pilih kasih. Peka terhadap masalah kemiskinan dan memberikan solusi pada masyarakat yang memerlukan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Nur Kholis, kewajiban zakat bukan saja akan bermanfaat pada diri sendiri tetapi lebih dari itu karena ada misi sosial. Ia meyakini kebangkitan zakat yang fokus pada pendidikan, peningkatan ekonomi dan derajat kesehatan akan mendorong kemajuan bangsa dimana kesadaran umat Islam dalam menunaikan zakat menjadi penentunya. 

Sementara itu, selain diserahkan kepada kepala daerah provinsi, kabupaten/kota, Baznas Award 2018 juga diserahkan pada Baznas dan Laznas terbaik tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Serta Special Award juga diberikan kepada pihak perusahaan dan instansi mendukung kebangkitan zakat, serta ustaz yang mendukung kebangkitan zakat melalui ceramah yang disampaikan. Untuk kategori ustaz diberikan kepada Ustaz Abdul Somad Lc MA dari Riau.(luk/adv)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=188998&kat=30

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi