Riaupos.co

Usai Bentrok, Polisi-Mahasiswa Doa Bersama
2018-05-16 10:56:36 WIB
 
Usai Bentrok, Polisi-Mahasiswa Doa Bersama
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO ) - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demo, Selasa (15/5) siang di kantor Gubernur. Terjadi aksi pemblokiran jalan hingga bentrok antara pendemo dengan polisi pada petang kemarin. Usai baku pukul, aksi menuntut percepatan evaluasi Perda Pertalite tersebut ditutup dengan doa bersama atas aksi teror yang terjadi beberapa waktu belakangan.
  

Aksi berakhir setelah perwakilan Pemprov Riau yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Indra Putrayana dan Kepala Biro Hukum Elly Wardani menemui pendemo. Enggan menerima perwakilan, massa justru meminta bertemu langsung Plt Gubernur Riau H Wan Thamrin Hasyim. Hal inilah yang membuat mahasiswa ingin menerobos pagar Kantor Gubernur hingga akhirnya memblokir jalan di Simpang Tugu Zapin Jalan Sudirman, Pekanbaru.
   

Mengakibatkan ruas jalan di pusat Kota Pekanbaru macet panjang. Bahkan sejam berjalan aksi, sempat terjadi bentrok antara mahasiwa dengan kepolisian bersama Satpol PP Provinsi Riau di tengah jalan.
 

 “Kami minta harga BBM segera diturunkan. Perdanya sudah disetujui, tapi sampai sekarang belum ada buktinya. Ada apa ini, kami ingin sekarang penjelasannya,” teriak mahasiswa.
   

Dalam aksinya mahasiswa meminta pemerintah segera mendesak Mendagri untuk segera mengeluarkan keputusan penurunan BBM di Riau. “Jangan bedakan kami dengan daerah lain. Kita ini kaya dengan minyak, mengapa BBM tetap saja mahal,” tegas mahasiswa lagi.
 Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB, massa dan pihak kepolisian sempat bentrok. Sekitar tujuh mahasiswa atas klaim mereka dipukul dan meminta polisi sportif untuk tidak main hakim sendiri karena mereka menegaskan melakukan aksi damai.
  

 Usai bentrok dan berdamai serta diberikan informasi bahwa, Rabu akan diterima Plt Gubri H Wan Thamrin Hasyim di Kantor Gubernur. Massa pun mulai mereda dan mengajak aparat keamanan serta seluruh massa aksi untuk duduk bersama sejenak berdoa atas berbagai tragedi yang terjadi selama ini di tanah air, khususnya berkaitan dengan kepolisian.
  

“Besok pagi diterima Pak Plt Gubernur pukul 10.00 WIB, diskusi besok soal kondisi yang diminta mahasiswa ini,” ungkap Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau Elly Wardani.
  

Dijelaskan, Elly pihaknya intens komunikasi dengan pusat dan prosesnya hampir final.(egp)
“Paraf kiri kanan sudah, itu kan untuk sampai diteken Mendagri ada empat paraf. Sekarang posisinya sudah jadi  kertas kuning, artinya kertas yang akan diteken Mendagri,” tambah Elly didampingi Kepala Bapenda Riau Indra Putrayana.
 

 Selain itu evaluasi kedua dengan Kemenkeu sifatnya hanya konsultasi dan juga sudah dilakukan. Kemudian disinggung apakah evaluasi Perda Pertalite yang masuk dalam Perda Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) disetujui dengan penurunan pada angka 5 persen. Menurut Pemprov Riau sesuai UU memperbolehkan.
 

  “Apakah ditolak atau tidak kita belum tau, tapi sesuai UU angka 5-10 persen pajak pertalite dibolehkan,” pungkasnya.(egp)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=182584&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi