Riaupos.co

PELAYANAN BKIPM SEMAKIN BAIK
Tiap Bulan Stasiun KIPM Pekanbaru Keluarkan 1.000 Pelayanan Sertifikasi
2018-04-16 18:15:51 WIB
 
Tiap Bulan Stasiun KIPM Pekanbaru Keluarkan 1.000 Pelayanan Sertifikasi
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) Pekanbaru  secara resmi me-launching pekan layanan publik BIIPM tahun 2018 yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia, Senin (16/4/2018).

Berada di tanah Melayu, Stasiun KIPM Pekanbaru memberikan pelayanan publik dengan melibatkan seluruh karyawan/pegawai untuk menggenakan pakaian adat Melayu. Tidak hanya itu, bagian depan (lobi) kantor yang menjadi pusat layanan publik disulap dengan nuansa Melayu.

Kepala Kantor Stasiun KIPM Pekanbaru Eko Sulystianto SPi MSi didampingi Koordinator Fungsional (Korfung) Mumin Rifai SSt Pi MSi kepada Riau Pos menjelaskan, pelayanan BKIPM semakin baik dan meningkat. Hal ini dibuktikan dengan naiknya lebih 300 persen pelayanan sertifikasi yang dikeluarkan Stasiun KIPM Pekanbaru. Dimana setiap bulannya Stasiun KIPM Pekanbaru telah mengeluarkan 1.000 sertifikasi  ekspor, domestik keluar dan domestik masuk.

"Tahun lalu, sertifikasi yang kita keluarkan per bulannya berkisar 300 sertifikat. Tahun ini naik cukup tajam yakni hingga 1.000 sertifikasi setiap bulannya,’’ tegas Eko.

Pada launching pekan pelayanan publik ini, dilaksanakan upacara, pemberian sertifikat, dan tutup dengan pelepasan balon ke udara. Pada upacara tersebut, Eko membacakan sambutan  Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan (KKP) RI Rina.  

Dalam sambutannya, Rina mengatakan pekan ini merupakan agenda tahunan serta bagian dari rangkaian kegiatan bulan bakti karantina ikan dan pengendalian mutu hasil perikanan yang dilakukan serentak di 47 kantor pelayanan publik di seluruh Indonesia mulai tanggal 16-27 April mendatang.

Kegiatan ini, lanjutnya diadakan demi terwujudnya peningkatan pelayanan publik yang semakin prima dengan mengangkat tema ’Gerakan Indonesia Melayani, Mewujudkan Pelayanan Publik Era Digital. Institusi yang berfungsi memberikan pelayanan terkait sertifikat kesehatan ikan dan mutu hasil perikanan bagi kegiatan ekspor-impor ini dalam mendukung temanya tahun ini telah melakukan beberapa hal. 


Kegiatan itu antara lain ikut terlibat aktif dalam penerapan Indonesia national single window (INSW), single submission (SSM) dalam rangka pelayanan satu pintu dengan basis manajemen risiko (ISRM), pembayaran PNBP dengan system elektonik data capture (EDC), e-certificate antara Indonesia dengan Uni Eropa,  pelaporan karantina berbasis internet (PPK online), dan sistem barcoding dalam kontrol pergerakan barang.

"Selama tahun 2017, BKIPM telah menerbitkan sertifikat kesehatan ikan untuk ekspor sebanyak 165.956 sertifikat, dengan kenaikan sebesar 20,75 persen dari tahun sebelumnya serta nilai dwelling time (DT) yang disumbangkan oleh pemeriksa KIPM saat ini hanya 0,03 hari dari keseluruhan nilai DT nasional yang mencapai 3,7 hari. Angka-angka tersebut memberikan arti bahwa semakin banyak sertifikat yang diterbitkan maka kebutuhan masyarakat akan pelayanan KIPM semakin tinggi sehingga Badan KIPM harus terus melakukan langkah-langkah perbaikan pelayanan terhadap publik demi terselenggaranya pelayanan yang lebih efektif dan efisien,’’ katanya.

Dijelaskan Eko, dalam rangka mewujudkan pelayanan publik lingkup Stasiun KIPM Pekanbaru yang mencerminkan pemerintahan yang baik, meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik, SKIPM Pekanbaru memberikan apresiasi kepada pengguna jasa berkontribusi tertingi dan konsistensi lingkup SKIPM Pekanbaru.

Adapun penerima apresiasi berupa piagam penghargaan dan hadiah diberikan kepada Hendrik dengan kategori pengguna jasa berkontribusi besar dalam penerimaan Negara bukan pajak (PNBP), Donvesky untuk kategori pengguna jasa dengan jumlah pengiriman tertinggi untuk kegiatan domestik keluar (60 kala frekuensi), Hendra untuk kategori pengguna jasa dengan jumlah pemasukan tertinggi untuk kegiatandomestik masuk (10 kali frekuensi).

Ada juga PT Silvadena Aquamina dengan kategori pengguna jasa dengan jumlah pengiriman tertinggi untuk kegiatan ekspor (10 kali frekuensi), PT Tambak Seraya Pratama dengan kategori pengguna jasa telah menerapkan cara karantina ikan yang baik (CKIB) dan UD Cemerlang Abadi Jaya dengan kategori pengguna jasa telah menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB).

‘’Bagi pengguna jasa (customer) yang datang ke SKPIM Pekanbaru dilayani secara maksimal, customer mendapatkan souvenir, snack, kopi/teh. Layanan ini kita lakukan selama sepekan,’’ tutup Eko.(hen)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=180553&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi