Riaupos.co

Komitmen Gubri Diapresiasi Negara Tetangga
Sukses Wujudkan Riau Bebas Asap Berkelanjutan
2017-12-07 10:03:35 WIB
 
Sukses Wujudkan Riau Bebas Asap Berkelanjutan
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Berhasil mewujudkan Riau bebas asap sejak 2016 dan 2017 adalah sebuah prestasi. Ini membuktikan Riau mampu mena­ngani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah terjadi 18 tahun terakhir. Komitmen Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachmanmelalui kerja keras bersama seluruh pihak, juga diapresiasi negara tetangga.

Dengan keberhasilan mempertahankan Riau bebas asap, Pemprov Riau pun resmi mencabut status siaga darurat karhutla, akhir November lalu setelah ditetapkan awal 2017 lalu. Pencabutan status dilakukan Gubri di kantor Gubernur pada 23 November lalu didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger. Juga disaksikan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) H Wan Thamrin Hasyim, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Dansatgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Edy Natar Nasution, Kajati Riau Uung Abdul Syakur, Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati, Kabinda Riau Kabinda Marsekal Pertama (Marsma) TNI Rakhman Haryadi, Danlanud Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI TBH Age Wicaksono, serta stake holder terkait lainnya termasuk dunia usaha.

“Alhamdulillah 2017 kita berhasil menekan karhutla di Riau dan itu kita lakukan dua tahun terakhir. Semua ini tak lain karena kekompakan kita bahwa betapa pentingnya mencegah karhutla demi kemajuan daerah,” kata Gubri.

Karena itu dia juga mengapresiasi tugas-tugas yang telah dilakukan Satgas Karhutla Riau yang sudah bekerja keras tanpa lelah. Sebab, penanggulangan bencana asap di Riau bukanlah pekerjaan yang mudah. Atas segala usaha yang telah dilakukan, dia mengapresiasi komandan Satgas berserta seluruh tim satgas dan jajaran. Termasuk Polda Riau, Danlanud, BPBD, pemerintah kabupaten/kota yang telah bekerja secara fisik maupun imbauan, maklumat, sosialisasi, struktur dan nonstruktural. Berkat kerja bersama,  ditegaskan Gubri, Riau telah berhasil menekan angka karhutla. Ia menceritakan memang setiap tahun Presiden Joko Widodo mengimbau agar daerah rawan dapat melakukan pencegahan. “Semua karena kekompakan kita bersama, kerugian be­sar negara atas dampak karhutla dan bencana asap bisa kita atasi,” katanya. De­ngan keberhasilan itu, lanjut Gubri, diharapkan berbagai program kegiatan pemerintah pusat dalam Proyek  Strategis Nasional (PSN) atau proyek sinergi antara Pemprov Riau dengan pusat ‎bisa dilaksanakan di Riau. Bahkan pemerintah pusat memberi porsi lebih atas PSN yang disiapkan.

“Karena itu perlu dilakukan langkah dan upaya terus bersama dalam pencegahan agar Riau bebas asap ini bisa terus berkelanjutan dan tidak ada lagi terjadi ke depan,” harapnya.

 Berbagai sektor, lanjut Gubri, dirasakan benar dampaknya oleh Riau atas kondisi karhutla yang menahun. Dijelaskan Andi Rachman (sapaan akrab Gubri), kalau Riau masih berasap seperti tahun 2015 dan tahun sebelumnya, dipastikan kegiatan pusat, pariwisata  dan PSN banyak pindah ke provinsi lainnya. Artinya, ini merupakan hikmah atas kerja keras dilakukan Pemprov Riau bersama Satgas Karhutla dalam menjaga karhutla di Riau. Se­hingga berbagai kegiatan penunjang perekonomian dan kepariwisataan serta seluruh sektor terus tumbuh di Riau. Karenanya, Andi Rachman berpesan kepada Dansatgas Karhutla Riau dan jajarannya untuk mempersiapkan ‎langkah pencegahan karhutla di 2018. Apalagi tahun depan Riau juga akan disibukkan dengan helat pesta demokrasi mulai Pilgub, Pileg dan Pilres. Berbagai apresiasi dari negara tetangga atas keberhasilan Riau berhasil mempertahankan daerah bebas asap pun diterima. Baik disampaikan langsung kepada Gubri maupun disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Salah satunya disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Muhammad Maliki bin Usman yang mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Riau. Setelah dianggap berhasil mengatasi kasus kebakaran hutan dan lahan yang saban tahun terjadi. Disampaikannya saat berkunjung ke Riau akhir Juli lalu kepada Gubri. Karena memang, sejak karhutla di Riau semakin parah dan memproduksi asap, biasanya berimbas ke negeri tetangga. Baik Singapura maupun Malaysia karena letak geografis Riau yang berbatasan langsung. “Mencegah dan mengatasi karhutla ini kan tantangannya sangat berat. Namun dengan kerja sama yang baik, Alhamdulillah kita dapat mengatasinya. Makanya pihak Singapura mengapresiasi dan menawarkan sejumlah kerja sama, antara lain dukungan helikopter atau drone,” papar Gubri saat itu.

Sementara Presiden Joko Widodo melalui akun media sosialnya juga memaparkan perihal apresiasi negara tetangga karena wilayah Sumatera mampu dan berhasil menekan angka karhutla. Diceritakan Presiden, bahwa Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena asap kebakaran hutan di Indonesia tidak lagi mengganggu wilayah negaranya.

 “Saya mau ucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia. Sudah dua tahun Malaysia tidak alami masalah jerebu. Itu kata Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib di Kuching, seusai Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia. Jerebu itu kabut asap yang sampai ke Malaysia karena hutan Kalimantan dan Sumatera terbakar, tapi sekarang tidak lagi,” tulis Presiden di akun Facebook-nya.Riau bebas asap, memang diupayakan dengan penuh kerja keras bersama seluruh pihak. Tergabung dalam tim Satgas Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau. Menurut penjelasan Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, langkah dan upaya terus dilakukan dari tingkat Provinsi hingga kabupaten/kota. Sampai ke desa-desa di Riau melalui tim Satgas Karhutla baik darat dan udara.

Salah satunya kata Edwar Sanger, adanya bantuan tiga helikopter yang merupakan permintaan Gubri awal 2017. Permintaan ini mengingat memang kondisi siaga darurat yang ditetapkan. Permintaan Gubri itu dijelaskannya disampaikan dan dituangkan dalam bentuk surat, dan dibawa langsung oleh Kepala BPBD Riau Edwar Sanger ke Kaban BNPB di Jakarta.

“Rapat koordinasi dengan Kemenkopolhukam dipaparkan juga soal dukungan heli. Berbagai pertemuan sudah kami lakukan sebagai upaya pencegahan. Alhamdulillah berkat kerja keras bersama, kami apresiasi dan berterima kasih kepada Kaban BNPB, yang sudah merespon dan mendukung permintaan Gubri, seluruh unsur Forkompimda di Riau dan seluruh tim Satgas hingga ke daerah kabupaten/kota di Riau,” kata Edwar Sanger.

Mantan Pj Wako Pekanbaru tersebut menambahkan, seluruh langkah dan upaya pencegahan karhutla yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini dan membuahkan hasil dua tahun terakhir dengan Riau tanpa asap.(egp/adv)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=168311&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi