Riaupos.co

Menangis Disanksi Denda
2017-11-29 10:01:33 WIB
 
Menangis Disanksi Denda
 
RIAUPOS.CO - PAGI itu, Senin (27/11), Sri melintasi Jalan Tuanku Tambusai Ujung. Dengan sepeda motor, ia membonceng putranya.

Dari kejauhan tampak puluhan petugas Satpol  PP memberhentikan satu per satu kendaraan yang melintas. Ternyata ada razia KTP hari itu.

Sri diberhentikan petugas. ‘’Boleh lihat KTP-nya, Bu?’’ tanya petugas. Sri memeriksa dompetnya. Mencari-cari yang diinginkan petugas. Ternyata ia tidak menemukan KTP di dompetnya.

Karena tidak membawa KTP, Sri digiring petugas ke meja pendataan. Ia didata dan dikenakan sanksi membayar denda Rp50 ribu.

Sri kaget. Ia kemudian panik. Tak sadar, airmatanya mulai jatuh ke pipi. Ia meminta belas kasihan petugas. Sri pun bercerita kepada petugas tentang kisah sedihnya.

‘’Uang saya hanya tinggal Rp50 ribu saja, Pak,’’ kata Sri kepada petugas yang mendatanya. ‘’Uang ini untuk jaga-jaga beli bensin. Saya mau pulang ke rumah orangtua saya di Kampar,’’ ujarnya.

Tapi petugas tak menghiraukannya. Sri pun mulai menangis keras. Sambil memelas, ia memohon.“Pak tolonglah. Kalau saya kasih uang Rp50 ribu, nanti tak cukup saya beli minyak motor. Saya sama anak saya diusir dari rumah sama suami saya. Tolonglah, Pak. Kasihanilah kami ini, Pak,” ucap Sri sambil sesekali mengelap matanya yang sembab dengan jilbab hijau yang dikenakannya saat itu.

Melihat mata Sri yang semakin sembab, akhirnya petugas yang berjaga melepaskan Sri dari sanksi denda. Sri pun diingatkan untuk selalu membawa kartu identitas yang ia miliki kemana pun ia pergi.

Merasa senang, Sri kemudian mencium satu per satu tangan petugas yang diikuti putranya. Ia pun pamit pergi melanjutkan perjalanan.(cr2)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=167668&kat=21

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi