Riaupos.co

TANGGAPAN MANTAN NAPI TERORIS BOM BALI
Anak dan Perempuan Dilibatkan dalam Aksi Teror, Ada Pesan Tersembunyi?
2018-05-16 17:20:59 WIB
 
Anak dan Perempuan Dilibatkan dalam Aksi Teror, Ada Pesan Tersembunyi?
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diduga bertanggung jawab terkait serangan teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya belum lama ini.

Adapun dugaan itu dilontarkan aparat kepolisian karena pola serangan yang dipakai mirip dengan ISIS. Dalam serangannya, bahkan, mereka membawa pesan yang ingin disampaikan kepada jaringannya.

Diketahui, pelibatan istri dan anak dilakukan oleh pelaku teror Dita Oeprianto saat mengebom tiga gereja pada Ahad (13/5/2018) dan pelaku serangan teror di Mapolrestabes Surabaya yang dilakukan oleh Tri Ernawati pada Senin (14/5/2018).

Menanggapi peristiwa teror yang belakangan marak di Indonesia, mantan terpidana teroris bom Bali, Sofyan Tsauri memandang ada pesan moral yang ingin disampaikan oleh para pelaku aksi teror. Pasalnya, mereka melibatkan perempuan dan anak-anak dalam aksinya.

"Mana wahai para ksatria laki-laki, kami sudah menyumbangkan wanita dan anak-anak kami. Di mana kalian yang mengaku Jamaah Ansharut Daulah (JAD)?" tanya dia menirukan opini pelaku teror saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (16/5/2018).

"Malukah kalian kepada anak-anak? Malukah kalian kepada wanita-wanita? Mereka sudah berbuat. Antum mana berbuat?" imbuhnya.

Diterangkannya, opini serangan itu dikeluarkan untuk mengajak para pelaku teror lainnya. Terutama mengajak kaum laki-laki dalam jaringannya untuk berbuat teror.
"Ini berkelanjutan sampai kapan pun, ini akan semakin ramai," jelasnya.

Aksi teror yang belakangan terjadi di Surabaya dan baru saja terjadi di Riau, kata dia lagi, adalah aksi yang dilakukan dari sel-sel tidur yang kemudian bangkit. Karena itu, dia berharap aparat kepolisian dapat segera mengeksekusi sebelum sel tidur lainnya marak melakukan aksi.

"Mereka ini sel-sel tidur yang siap bermain semua, sehingga sel-sel yang mau berencana, nunggu, kapan harus diaborsi ini," sebut mantan pengikut JAD itu.

Lebih jauh, dia bahkan menduga sampai sepekan wilayah Indonesia akan marak aksi teror.

"Iya, sampai puasa. Sampai mereka mati semua. Apa yang dikatakan Pak Tito benar, mereka ribuan jaringannya," tutupnya. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=182623&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi