Riaupos.co

SAAT DIRAWAT DI RS MEDIKA
Novanto Disebut Bisa Buang Air Kecil ke Kamar Mandi, Ini Kata sang Istri
2018-04-16 20:10:12 WIB
 
Novanto Disebut Bisa Buang Air Kecil ke Kamar Mandi, Ini Kata sang Istri
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Istri Setya Novanto, Deisti Astriana Tagor bersaksi untuk terdakwa perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Dalam kesaksiannya, dia membantah kalau suaminya saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau bisa berjalan untuk membuang air kecil ke kamar mandi.

Sebab, diakuinya kalau suaminya itu hanya bisa buang air melalui bantuan pispot.

"Nggak berdiri, saya kasih pispot. Nggak liat berdiri, karena saya ada di situ (kamar rawat)," ujarnya.

Meski begitu, Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri menyebut sejumlah saksi dari pegawai RS Medika Permata Hijau membeberkan jika Novanto sempat terlihat buang air kecil ke kamar mandi.

"Keterangan dari saksi lain bilang buang air kecil," jelas hakim.

Akan tetapi, Desiti dengan tegas menjawab tidak percaya kalau mantan ketua DPR itu mampu menopang badannya sendiri untuk membuang air kecil.

"Nggak ada tuh, saya tidur di sampingnya ada extra bed, nggak lihat," tegas Deisti.

Adapun dalam persidangan kasus yang sama, tetapi dengan terdakwa pengacara Fredrich Yunadi Kamis (5/4/2018), perawat Indri Astuti mengaku kaget melihat Novanto yang terpergok berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Padahal, saat masuk rumah sakit Novanto terbaring lemah tak berdaya.

"Saya lihat bapak itu (Setya Novanto) sudah berdiri tegak mau pipis sambil membawa alat urine," katanya.

Akan tetapi, ketika hendak dibantu untuk membuang air kecil, akunya, tubuh Novanto saat itu terasa berat.

"Pas udah kelar dia naruh badannya kaya berat. Saya tensi tekanan darahnya," jelasnya.

Bimanesh dalam perkara itu didakwa telah melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK saat menjadi tersangka kasus e-KTP.

Dia diduga telah melakukan rekayasa kesehatan Novanto bersama dengan pengacara Fredrich Yunadi. Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=180557&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi