Riaupos.co

SAAT GELEDAH KANTOR
Wow! KPK Ancam Anak Buah Mantan Pengacara Setya Novanto?
2018-01-14 00:20:41 WIB
 
Wow! KPK Ancam Anak Buah Mantan Pengacara Setya Novanto?
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto, yang diduga melakukan upaya menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP.

Fredrich sendiri mengaku lebih kesal lagi karena mengaku bahwa anak buahnya pun mendapat ancaman dari penyidik KPK. Hal itu terjadi saat anak buahnya mengirim foto bahwa ada orang KPK melakukan penggeledahan di kantornya dua hari lalu.

"Anak buah saya cewek (perempuan) dapat ancaman. Katanya apa, kamu menghambat penyidikan, kamu bisa saya jerat dengan Pasal 21. Begitu yah," katanya di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Penyidik KPK sebelumnya menjemput paksa Advokat Fredrich Yunadi, Jumat (12/1/2018) malam. Ketika diamankan di bilangan Jakarta Selatan, tim penyidik membawa surat penangkapan. Fredrich diamankan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Adapun upaya hukum itu dilakukan demi kepentingan penyidikan. ‎Tak ada perlawanan dari Fredrich ketika penyidik membawanya. Jemput paksa dan penangkapan itu dilakukan lantaran Fredrich mangkir dalam pemeriksaan kemarin. Seharusnya mantan‎ pengacara Setya Novanto itu menjalani pemeriksaan tersangka atas kasus merintangi penyidikan e-KTP.

Akan tetapi, dia tidak hadir dengan dalih ada proses etik di Dewan Kehormatan Peradi. ‎ Sebelumnya, KPK telah menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Mereka diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Bahkan, Fredrich disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Akibat perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎  (dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=170715&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi