Riaupos.co

Suparman dan Johar Jalani Hukuman
Bertemu Kawan Lama di Sukamiskin
2017-12-07 10:12:55 WIB
 
Bertemu Kawan Lama di Sukamiskin
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jaksa eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi dua terpidana kasus suap pengesahan APBD Riau 2014 dan RAPBD 2015. Yakni Suparman dan Johar Firdaus, Rabu (6/12). Keduanya menjalani masa hukuman sebagaimana vonis putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), selama 6 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.

“Sesuai putusan kasasi terhadap keduanya, jaksa eksekutor KPK melakukan eksekusi terhadap kedua terpidana ke Lapas Sukamiskin Bandung,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (6/12).

Dalam putusan MA, keduanya divonis pidana penjara masing-masing 6 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu hak politik keduanya juga dicabut. Febri menyebutkan, eksekusi itu didasarkan pada petikan putusan kasasi MA yang diterima JPU pada Kamis (30/11) lalu.

Untuk diketahui, sebelumnya hakim Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru memutus berbeda keduanya. Johar Firdaus divonis 5 tahun 6 bulan dan ditahan di Rutan Sialang Bungkuk kemudian dipindah ke Lapas Bangkinang, Kampar. Sedangkan Suparman divonis bebas dan kembali aktif menjabat Bupati Rokan Hulu. Statusnya sempat nonaktif setelah ditahan KPK di proses penyidikan.

Kemarin, Suparman harus menunggu jaksa KPK seharian di Lapas Sukamiskin. Hal ini diungkapkan kuasa hukumnya Hj Eva Nora SH saat dihubungi Riau Pos melalui sambungan telepon.

‘’KPK datang pukul 18.00 WIB. Eksekusi selesai pukul 19.30 WIB,’’ kata Eva.

Dituturkannya, Suparman meski sedikit terpukul, tapi siap secara mental menjalani hukuman yang dijatuhkan pada dirinya.

‘’Saya ikut ke dalam tadi (kemarin, red). Memang agak sedikit sedih, tapi mentalnya siap,’’ kata Eva Nora.
Kesedihan Suparman di Sukamiskin sedikit terobati karena bertemu dengan kolega dan kawan-kawan lamanya sesama mantan penghuni Rutan Guntur.

‘’Tadi ketemu kawan-kawannya. Ada Sanusi (mantan anggota DPRD DKI Jakarta, red), ada Marudut (terpidana suap alih fungsi lahan, red)  juga. Sedikit terobatilah,’’ ungkap Eva.

Suparman, kata Eva, tak memiliki persiapan khusus untuk menjalani penahanan. Bekal yang dibawa di antaranya perlengkapan salat, Alquran dan beberapa buku.

‘’Barang-barang yang diperlukan untuk di dalam,’’ ucapnya.

Usai Suparman ditahan, Eva menyebut perjalanan perkara yang menjerat Bupati Rohul ini sudah selesai. Kini pihaknya tinggal menyusun Peninjauan Kembali (PK) yang akan diajukan.

‘’Beliau berpesan pada masya­rakat Rohul agar percaya pada penggantiannya nanti,’’ kata Eva.

Johar Bawa Tas Segerobak
Sementara itu di Bangkinnag, Rabu pagi (6/12), lima laki-laki menggunakan tanda pengenal KPK menjemput Johar Firdaus ke Lapas Kelas II B Bangkinang. Mereka datang menggunakan mobil Toyota Innova warna silver, dengan nomor polisi BM 1342 OG. Mereka sampai di Lapas Bangkinang tepat pukul 07.00 WIB.  Tak berapa lama setelah KPK datang dan masuk ke lapas, Johar terlihat keluar. Dia didampingi petugas lapas dan jaksa KPK. Ketika itu, Johar mengenakan kemeja kotak-kotak dengan motif merah putih. Bertopi dongker bertuliskan Crocodile.

Saat Johar keluar, mengikuti pula satu orang petugas membawa tas-tas pakaian milik Johar dengan gerobak. Penuh isi gerobak itu. Ada lima tas pakaian ukuran besar. Satu per satu, tas-tas itu dimasukkan Johar ke bagasi mobil. Sesekali, dia melemparkan senyuman kepada wartawan. Meski begitu, pria yang biasanya komunikatif ini tak banyak bicara saat itu. Wartawan mencoba menanyakan tanggapannya soal eksekusi itu. Namun, dia tak mau berkomentar. Alasannya, dilarang oleh pihak KPK.

“Aduh, nggak boleh lagi,” kata dia. Setelah berbicara itu, jaksa KPK merangkul Johar menaiki mobil. Saat itu pula, Johar melambaikan tangan.

Begitu juga dengan jaksa KPK.Pertanyaan dari wartawan, tak satupun dijawab. “Mau dibawa ke mana Mas? Langsung ke Sukamiskin atau ke Jakarta dulu? Pesawat jam berapa?” tanya beberapa wartawan. Namun tak satu pun dijawab.

Kepala Lapas Klas II B Bangkinang Herry Suhasmin mengatakan, sudah sekitar enam bulan Johar dititipkan di Lapas Bangkinang. Sebelumnya, Johar dititip di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Namun, karena ricuh pada Mei lalu, maka pada Juni dipindah. Dia juga menyebut, KPK membawa Johar ke Lapas Sukamiskin.(fat/ali/*4)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=168319&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi