Riaupos.co

Ada apa Dengan Brimob Hingga Tewaskan tiga Anggota
2017-10-12 14:17:24 WIB
 
Ada apa Dengan Brimob Hingga Tewaskan tiga Anggota
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Di tengah kusutnya polemik senjata antara TNI dan Polri, Senin malam (10/10), terjadi peristiwa yang membetot perhatian masyarakat. Lagi-lagi, terkait masalah senjata yang digunakan Brimob Polri. Yakni, tiga anggota Brimob tewas diduga akibat senjatanya sendiri jenis laras panjang AK 101 saat bertugas di Sarana Gas Trembul (SGT), Blora, Jawa Tengah.

Belum diketahui apakah mereka baku tembak atau seorang di antaranya menembak yang lainnya. Namun, mirisnya dugaan awal motif anggota brimob itu gatal jarinya untuk menekan pelatuk adalah persoalan pribadi. Entah mengapa personel labil bisa membawa senjata mematikan.

Sesuai informasi yang diterima Jawa Pos (JPG), sekitar pukul 18.30 empat orang anggota Brimob sedang berjaga. Yakni Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), Brigadir Bambang Tejo dan Brigadir Slamet. Sebenarnya, ada enam personel yang bertugas, namun dua di antaranya mengambil cuti.

Saat itu, Brigadir Slamet yang sedang mandi mendengar rentetan tembakan. Dia bergegas keluar dari kamar mandi, ternyata Bambang Tejo langsung memerintahkannya untuk menyelamatkan diri. Setelah beberapa lama, ditemukanlah tiga Brimob tewas. Yakni Bambang Tejo, Budi Wibowo dan Ahmad Supriyanto. Dalam informasi yang beredar disebutkan Bambang Tejo yang diduga menembak rekan-rekannya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menuturkan, motif penembakan yang diduga dilakukan salah satu anggota Brimob itu kemungkinan karena masalah pribadi. Bisa jadi masalah pribadi ini melibatkan rekan-rekannya.

”Kalau masalah pribadi, ada emosi. Kadang-kadang bisa terjadi,” tuturnya dikonfirmasi, Rabu (11/10).

Soal kemungkinan adanya percekcokan, dari keterangan saksi justru tidak mendengar adanya suara keras tanda adanya adu mulut. Para saksi hanya mendengar tiga kali rentetan tembakan.

”Di situ sebenarnya ada dua atau tiga orang lainnya, salah satunya satpam. Tapi, mereka mendengar tembakan langsung lari menyelamatkan diri. Itu secara psikologis begitu,” papar jenderal berbintang dua.

Untuk itu, saat ini dilakukan sejumlah langkah. Salah satunya, memeriksa apakah ketiga anggota yang tewas memiliki kartu senjata api.”Ternyata mereka memilikinya, itu menunjukkan bahwa telah dilakukan serangkaian tes psikologis untuk mereka,” ujarnya.(idr/lum/jpg)


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=164114&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi