Riaupos.co

PASCA-PENANGKAPAN SANG PEMILIK
Sudah Pakai Usul Fikih, Kemenag Tolak Dianggap Munafik soal First Travel
2017-08-13 03:30:24 WIB
 
Sudah Pakai Usul Fikih, Kemenag Tolak Dianggap Munafik soal First Travel
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kuasa hukum PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Eggi Sudjana, menyampaikan keberatannya terkait tudingan jika kliennya menipu.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017). Eggi dalam diskusi itu justru menuding Kementerian Agama yang telah ingkar janji karena mencabut izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang dikantongi First Travel.

Padahal, sudah ada kesepakatan pihak First Travel akan memberangkat calon jemaah umrah sepanjang November 2017-Januari 2018.

"Saya bisa katakan kemunafikkan itu jelas sekali, enggak dipikirkan kalau ditutup bagaimana memberangkatkannya. Lalu seenaknya bilang bisa diberangkatkan travel lain,” katanya.

Bahkan, pengacara senior itu bahkan menuding Kemenag melakukan bisnis tersembunyi.

“Bisa dong saya bilang ini bisnis terselubung kalian (Kemenag, red). Saya bilang kemarin pada dirjen (di Kemenag, red)," tuturnya di hadapan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenag Mastuki HS yang juga hadir dalam diskusi tersebut.

Meski begitu, dia tak menafikan buruknya komunikasi antara pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dengan para calon jemaah umrah. Sampai-sampai para calon jemaah harus melakukan aksi demonstrasi karena tak kunjung mendapatkan kepastian tentang pemberangkatan menuju Tanah Suci.

“Saya jangan dianggap belain Andika (pemilik First Travel, red). Saya bela hak hukumnya. Poinnya saya minta pertanggung jawaban menteri,” ucapnya.

Lantas, mengapa di rekening pemilik First Travel bisa tinggal Rp1 juta dan Rp1,3 juta? Mengenai itu, Eggi berdalih belum mendapatkan informasi lengkap dari kliennya.

"Waktu bicara rekening, itu belum tuntas. Saya belum bisa berikan keterangan bagaimana rekening bisa tinggal seperti itu. Dan saya minta klien saya jujur, kalau tidak saya tidak bisa bela," tutupnya.
Sementara itu, Mastuki tak terima Kemenag diangap munafik. Dia menyebut pencabutan izin First Travel sebagai penyelenggara umrah sudah melalui berbagai kajian termasuk dari sisi aspek hukum maupun fikih Islam.

"Tentu kami memiliki ahli hukum mempertimbangkan ini. Jadi, Bang Eggy percayalah, ini tidak serta-merta. Menurut ahli hukum kami itu sudah memenuhi untuk pencabutan izinnya," ucapnya.

Dia menyebut, mengacu fikih Islam, Kemenag harus mencegah mafasid atau kerugian lebih besar yang bisa ditimbulkan bila izin PPIU First Travel tidak dicabut. Dia menilai, kasus itu pun menjadi dasar bagi kementeriannya untuk melakukan evaluasi besar-besaran pada semua izin PPIU.

"Mafasid-nya itu penelantaran jemaah, kaos, penggelapan. Kami sudah gunakan kaidah unsur fikih," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=159129&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi